Arena Bermain

Arena Bermain

Read Time:3 Minute, 3 Second

SPW – Sebelum semuanya dimulai, apa tugas pertama yang harus kamu lakukan sebagai seorang pemimpin? Mungkin banyak yang akan bingung menjawabnya, namun sebenarnya cukup menyiapkan ekosistem kerja yang tepat. Kita akan bekerja dengan generasi milenial yang sulit memisahkan antara bermain dan bekerja. Oleh karena itu, ruang kerja tidak ubahnya adalah ruang ekspresi, aktualisasi diri, bermain, sekaligus tempat mencurahkan ide dan gagasan serta passion dalam sebuah pekerjaan yang menyenangkan.

Singkirkan Sekat Ruang Kerja

Pernahkah kamu membayangkan sebuah ruang kerja yang bagus, ramah, dan profesional, terdapat sekat antar divisi, dan partisi antar individu untuk memberikan sedikit privasi antar karyawan? Disetiap partisi terdapat sebuah meja, kursi, komputer, printer yang terhubung satu dengan yang lain, berderet kabinet yang menyimpan map dan dokumen, serta beberapa pernik yang membuat tempat itu menjadi sangat personal.

Di ruang depan terdapat seorang resepsionis yang bertugas menerima tamu dan menghubungkan tamu dengan orang yang memiliki kepentingan di dalam kantor, sekaligus mengawasi setiap lalu lalang orang yang keluar masuk kantor. Pernahkan kamu menjumpai ruang kerja demikian?

Apakah kondisi tersebut terlihat keren atau justru kuno? Dalam konteks kekinian, ruang kerja seperti itu sangat ketinggalan zaman. Setiap orang membutuhkan ruang privat untuk mengerjakan tugas sehingga menghindari gangguan.

Kondisi sekarang berbeda. Semakin banyak orang yang bekerja dalam kelompok-kelompok dan berinteraksi dengan divisi yang berbeda, termasuk di dalamnya adalah interaksi langsung dengan pelanggan dan pemasok. Semakin lama akan semakin sedikit pekerjaan-pekerjaan rutin yang berbasis pada prosedur baku. Sebaliknya, akan semakin banyak pekerjaan yang sifatnya menganalisis, mengembangkan, dan melayani. Tujuan kantor bergeser dari tempat berbentuk isolasi menjadi tempat yang memudahkan untuk berinteraksi satu dengan lainnya.

Bagi generasi milenial, bekerja adalah berkarya, kapan saja dan di mana saja. Baginya suasana kerja adalah sesuatu yang mutlak untuk mendukungnya dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Jadi tidak heran beberapa perusahaan start-up seperti Bukalapak, Tokopedia, hingga Kaskus mulai mengusung kantor yang unik dan mengizinkan pekerjanya bekerja di mana saja. Hal ini agar pekerjanya menganggap bahwa mereka tidak sedang berada di kantor dengan tugas yang banyak dan membosankan, melainkan merasa sedang menyelesaikan tugas di taman sambil rekreasi.

Oleh karena itu, jika tempat kerja dibuat senyaman mungkin maka para milenial akan betah menghabiskan waktu di tempat kerjanya. Mereka tidak menganggap kegiatan tersebut sebagai sebuah pekerjaan, melainkan sebuah aktivitas selingan yang menyenangkan, menjadi sumber inspirasi, sekaligus mengakomodasi berbagai aktivitas.

Coba perhatikan, di bagian mana dari rumah kamu yang justru membua lebih produktif untuk berpikir atau bekerja?

Di atas meja kerja, di ruang tamu, di teras, dapur atau di bagian belakang rumah? Atau justru di taman ketika berkendara atau bahkan di perpustakaan?

Nah dari pengalaman itu, seharusnya sebuah tempat kerja mampu mengundang inspirasi untuk setiap orang agar lebih produktif dan tidak menghalangi seseorang untuk bergerak dan berkomunikasi secara bebas. Sebaliknya, justru mendorong terjadinya kolaborasi, interaksi, diskusi, bahkan berkontemplasi.

Tidak ada salahnya jika mengubah kantor menjadi sesuatu yang terlihat seperti rumah bahkan kafe. Tempat yang mampu membuat setiap karyawan ingin pulang ke kantor daripada rumahnya sendiri. Suasana dan kondisi yang nyaman adalah kunci tempat kerja generasi milenial.

Memang tidak semua pekerjaan membutuhkan ruang kerja yang seperti seperti itu, ada tugas-tugas tertentu memang membutuhkan ruang kerja yang tenang, senyap, dan tidak ada gangguan hilir mudik orang-orang. Intinya adalah tempat kerja haruslah menjadi tempat yang mampu merangsang produktivitas dan kreativitas. Hal ini berarti ruang kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan orang-orangnya dan apa yang dikerjakan perusahaan, bukan sebaliknya.

Di era pandemi sangat mungkin untuk menjalankan virtual office. Sementara setiap anggota tim bisa bekerja di manapun yang mereka sukai, seperti bisa ditaman, tempat wisata, atau kafe yang mendukung tercapainya kinerja sesuai harapan. Hal perlu kita sadari bahwa manusia bukan makhluk yang seragam.

Semoga bermanfaat. Bagi kamu yang telah selesai membaca artikel ini, tolong meninggalkan komentar ya. Terima kasih.

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *