Bekerja Harus Ada Target

Bekerja Harus Ada Target

Read Time:2 Minute, 20 Second

SPW – Tolong besok kita kebersihan seluruh kawasan pabrik. Seluruh anggota dikumpulkan untuk apel pagi, selanjutnya kebersihan dimulai.

Saat apel pagi seluruh karyawan berkumpul di lapangan sambil mendengarkan instruksi pimpinan. Selesai arahan, mulailah karyawan berbincang. Apa kerjaan bersih-bersih kita?

Sudah kerjakan saja, yang kotor kita bersihkan.

Dua jam berlalu, seluruh mandor mulai berkeliling melihat hasil kerja karyawan. Difoto sana sini sebagai data. Ternyata, setelah seluruh area diambil dokumentasi berupa foto dan dikumpulkan menjadi satu. Baru terlihat progresnya. 30% area berubah signifikan, tapi sisanya 70% tidak ada perubahan mencolok. Masih banyak barang dan peralatan berserakan serta area yang kotor.

Pimpinan memanggil seluruh mandor dan memarahi. Tidak ada satupun mandor yang membantah. Semua kesalahan kalian, karena kalian tidak bisa mengarahkan karyawan. Pimpinan pun meninggalkan mandor dengan wajah kesal. Tiba-tiba, semua mandor diberikan surat peringatan dengan isi, bahwa semua mandor tidak mampu mengarahkan kerja kepada karyawan. Mandor kebingungan karena langsung menerima SP, bukan teguran lisan. Akhirnya, banyak mandor tidak menyukai pimpinan.

Banyak dari kita yang sering mengalami hal ini. Dimarahi atasan dan merasa tidak ada yang salah dengan pekerjaan kita. Padahal jika kita telusuri bersama, kesalahan ada di kedua belah pihak, yakni atasannya tidak jelas memberikan arahan kerja. Menganggap karyawan mengerti semuanya. Padahal perlu juga kita berbicara dengan detail supaya tidak ada miss persepsi.

Ketika target sudah jelas, maka cara mencapai target pun harus kita ajari, supaya orang yang mengerjakannya cepat dan mudah beradaptrasi.

Apa fungsi pimpinan? Sebenarnya hanya 3 pokok tugas pimpinan.

  1. Menjalankan perintah perusahaan berdasarkan arahan strategis.
  2. Mengembangkan karyawan atau anggotanya.
  3. Melaksanakan gambaran kerja (job description).

Nah, kali ini kita akan membahas poin kedua yaitu mengembangkan karyawan. Mengapa hal ini menjadi tugas pokok? Karena manusia adalah aset yang tidak terhingga nilainya. Manusia memiliki akal, sehingga bisa berkembang menjadi lebih baik disebabkan adanya proses belajar. Berbeda dengan robot, yang hanya bisa menunggu untuk dimodifikasi dengan bantuan orang yang menciptakannya. Manusia cenderung unik, bisa melakukan segala hal.

Pimpinan tidak hanya memberikan tugas dan menuntut hasil, namun mengembangkan anggotanya melalui pemberian tugas disertai target jelas. Oleh karena itu, kita bisa melihat progres perkembangannya. Apabila stagnan, maka kita bisa mengambil sikap untuk perbaikan, sebaliknya jika perkembangannya dinamis, maka persiapan langkah berikutnya harus disiapkan.

Kita ambil contoh, ketika kita memberikan tugas kapada anggota, maka yang harus dipikirkan terlebih dahulu adalah target yang diinginkan seperti apa dan kondisi saat ini menggambarkan seperti apa. Kita harus menyepakati dahulu kedua hal tersebut.

Setelah kita sepakati, maka yang harus dipikirkan selanjutnya adalah bagaimana bisa mencapai kondisi yang diharapkan. Kita pikirkan sumber daya alat, bahan, jumlah manusia, dan metode yang digunakan seperti apa. Semuanya harus detail dan dipersiapkan, jangan kita bergerak dengan asal gerak tanpa adanya persiapan.

Kenali masalah dan cari tahu solusinya bersama, maka apapun pekerjaannya, insya Allah hasilnya akan berkualitas serta progress. Namun kalau kita buta (blind), semoga saja keberuntungan menghampiri.

Selamat mencoba!

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *