Cara Jualan untuk Pemula, Siap-siap Laku Keras

Advertisements

SPW – Berjualan itu bukan tentang dirimu, tapi bagaimana kamu bisa memberikan solusi kepada calon konsumenmu. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Sell Like Crazy karya Sabri Suby terkait tips jualan dari pendiri King Kong, sebuah agensi digital Australia yang berkembang sangat cepat dalam dua tahun.

King Kong adalah agensi digital yang bertugas untuk menyelesaikan masalah kliennya paling dasar yaitu bagaimana mencari konsumen baru. Bahkan, Sabri berani menggaransi hasilnya, jika mereka tidak mencapai target, maka konsumen boleh tidak membayar mereka hingga berhasil mencapai target.

Berbekal $50, Sabri menelpon ratusan orang dalam sehari. Beberapa hari kemudian, dia berhasil mendapatkan beberapa klien pertamanya. Pada masa empat tahun, dia berhasil merubah $50 hingga $10 juta dolar per tahunnya.

Tiga Hal Penting dari Buku Berjudul Sell Like Grazy Karya Sabri Suby:

Pertama, Mencari tahu Pembeli Idamanmu

Berlatar belakang sebagai Salesman, Sabri merupakan spesialis dari direct marketing. Dia sadar betul agar bisa berhasil dalam berjualan, kamu harus tahu dulu siapa yang akan beli produkmu. Fokus pada pembeli idaman akan membuat pesan marketing-mu menjadi jelas dan tulisan iklanmu menjadi lebih relevan.

Tips Agar Kamu Bisa Tahu Siapa Pembelimu.
1. Cari Tahu Posisi Pembelimu.
Kamu harus tahu di mana kamu bisa menemukan mereka, semakin spesifik, semakin bagus. Misalnya, calon pembelimu adalah pengguna Facebook. Itu terlalu luas. Lebih tepatnya, calon pembelimu adalah pengguna Facebook yang mengikuti grup fotografi makanan. Semakin spesifik kamu tahu siapa calon pembelimu, maka kamu akan semakin mudah dalam menentukan kalimat iklan untuk mereka, promo apa yang kamu bisa tawarkan, dan gaya tulisannya seperti apa.
2. Apa Masalah Utama dan Tantangan Terbesar Mereka?
Kamu harus bisa empati pada calon pembelimu. Dengan begitu, kamu akan mengetahui apa masalah mereka sebenarnya. Misalnya, calon pembelimu adalah orang yang ingin kurus tapi tetap kenyang. Ini adalah contoh masalah mereka. Apapun yang kamu jual harus bisa menjawab masalah yang mereka hadapi. Jawaban dari masalah mereka juga bisa kamu tuliskan dalam testimoni konsumenmu yang sudah berhasil berkat produk yang kamu jual. Di zaman serba digital, online rating, review, dan testimoni adalah cara kita mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang kita tawarkan.
3. Apa yang Membuat Calon Pembelimu Senang?
Calon pembelimu adalah manusia yang punya sisi emosional. Mereka bukan hanya sekadar membeli barangmu, tapi mereka juga ingin berinteraksi dengan merek yang kamu jual. Coba kamu cek, di bagian consumer journey mana kamu bisa memasukkan elemen kejutan atau hal kecil yang bisa buat mereka bahagia. Misalnya seperti ini, kamu menjual katering sehat. Ketika orang baru mulai dalam program diet kamu, pada saat hari pertama program dietnya, kamu menyelipkan satu kertas di atasnya berisi kutipan untuk menyemangati mereka dalam usaha dietnya. Itulah beberapa tips yang bisa kamu coba.

Mendefinisikan siapa calon pembelimu memang tidak mudah, tapi ketika kamu sudah tahu siapa mereka, maka semuanya akan lebih mudah.

Kedua, Godfather Strategy

Ini merupakan salah satu poin terkuat dari Sabri. Godfather strategy adalah strategi untuk memberikan konsumen penawaran yang sangat menarik hingga audiens-nya tidak bisa menolak untuk membelinya. Coba bayangkan, ada orang melihat penawaran yang kamu berikan dan mereka langsung membelinya karena penawaran itu begitu menarik.

Tentu saja ini berarti penawaran ini sangat kuat dan berbahaya. Kenapa berbahaya? Hal ini disebabkan produk yang kita jual harus sesuai dengan apa yang ditawarkan. Jika kamu terlalu hiperbola dan tidak sesuai, maka semua orang pasti akan tahu. Mereka bisa memberikan komentar buruk, rating yang jelek, dan kemudian menyebarkannya melalui media sosial mereka.

Sebelum saya berikan contohnya, perlu kita sadari kalau penawaran ini hanya memiliki efek terhadap target market kita, bukan pada semua orang. Karena pain point setiap orang tentu saja berbeda-beda. Tapi, kalau kita sudah melakukan riset apa pain point dari target audiens kita, maka efek dari penawaran Godfather akan meningkat secara signifikan. Sebagai informasi, pain point adalah masalah yang dialami oleh pelanggan.

Ada contoh penawaran Godfather dari kasur Koala di Australia. Pemilihan kasur tentu saja butuh pemikiran yang matang, apalagi harganya juga tidak murah dan sulit untuk dipindahkan apabila ternyata kita tidak cocok dengan kasur yang kita beli. Jadi, Koala adalah toko furnitur online di Australia dengan produk unggulannya adalah kasur.

Advertisements

Penawaran kasur yang diberikan Koala sangatlah menarik, yaitu free trial 120 hari. Setiap pelanggan yang membeli kasur dari Koala bisa mengembalikan barangnya secara gratis. Bukan cuma itu, untuk banyak area di kota besar Australia, Koala akan mengambil kasurnya dari rumah kita secara gratis, kita hanya cukup menghubungi Koala saja.

Setelah kita kembalikan kasurnya, semua uang akan di refund 100%. Penawarannya sangat menarikkan? Mungkin pertanyaan berikutnya, semua kasur yang dikembalikan ada di mana? Ternyata, Koala akan mendonasikan semua matras yang diretur dan sebagian dijadikan karpet.

Tips yang bisa dilakukan untuk mempraktekkan Godfather Strategy di dalam penawaran yang kamu buat.

1. Dasar Penawaran yang Jitu.
Agar penawaran kamu bisa berhasil, maka penawaran tersebut harus jelas dan mudah dipahami. Audiens kita jangan sampai bertanya-tanya apa yang mereka dapat kalau membeli penawaranmu.
2. Tambah Bonus Extra.
Semua orang pasti suka dengan bonus. Misalnya, dengan pembelian produk A, maka akan mendapatkan produk pelengkapnya secara gratis. Produk pelengkap yang ditawarkan harus relevan dengan produk A yang kamu jual.
3. Stack the Value.
Ini sering kita lihat dipenawaran online. Misalnya, dengan pembelian Rp 100.000, maka kamu akan mendapat produk A, B, C senilai Rp 500.000. Hal ini berarti, konsumen yang membeli akan mendapatkan manfaat Rp 400.000 secara gratis.
4. Scarcity.
Artinya kita kasih durasi berapa lama penawaran kita dibuka. Hal ini untuk membuat calon pelanggan kita buru-buru membelinya. Contohnya, hari ini terakhir, perhitungan waktu mundur untuk promonya, atau hanya untuk 100 orang pertama. Dengan teknik ini, kamu akan melihat jumlah pembelian produkmu meningkat secara signifikan.

Ketiga, Magic Lantern Technique

Ketika berjualan online, orang cenderung tidak tahu siapa yang akan beli produknya. Bagi Sabri, ini ibarat seperti menanyakan kepada orang asing untuk menikahimu. Tentu saja hal ini tidak masuk akal. Idealnya adalah kamu harus bisa melalui step by step dari awalnya sebagai orang asing hingga dia menjadi pelanggan setiamu.

Perlu diingat, setiap orang lebih peduli tentang diri mereka sendiri. Mereka tidak peduli tentangmu. Oleh karena itu, Sabri memperkenalkan teknik magic lantern. Maksudnya adalah kamu mencari di mana calon pelangganmu, seseorang dengan masalah yang bisa kamu pecahkan. Setelah itu, kamu akan memberitahu mereka bagaimana menyelesaikan masalahnya tanpa mengharapkan dia harus membeli produkmu dulu.

Sederhananya, kamu harus berusaha menjadi temannya dulu. Setelah dia sudah percaya denganmu, maka akan jauh lebih mudah ketika kamu mau menjual produkmu kepada mereka. Contohnya, kamu adalah seorang freelancer desain grafis. Kamu dapat memulainya dengan berbagi bagaimana membuat poster yang menarik, font apa yang eye catching, bagaimana bisa memadukan warna, dan sebagainya. Jika kamu rutin membagikan konten yang berkualitas, secara otomatis reputasimu pasti akan terlihat baik dan akhirnya orang akan percaya untuk menggunakan jasamu.

Kesimpulan

Berjualan tidak semata-mata harus mempunyai produk yang bagus, akan tetapi caramu menjualnya juga bisa menentukan perubahan yang signifikan.


Semoga bermanfaat. Sebagai bentuk dukunganmu terhadap blog pribadi ini, caranya mudah sekali. Hanya tinggalkan komentarmu dan sebarkan tulisan ini kepada siapapun. Terima kasih banyak.

Advertisements
Lulusan Psikologi. Instruktur yang berfokus pada materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi di Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga.

Related Posts

Rencana Singkat Disisa Hidupmu

Advertisements SPW – Kadang dalam hidup kita tidak selalu mendapatkan pilihan yang bagus, yang jauh lebih penting adalah melakukan hal terbaik dari pilihan apapun yang didapatkan. Kali…

Berpikir Berbeda – Kreatif dan Inovatif

Advertisements SPW – Menjadi original tidak perlu menjadi yang pertama, tetapi menjadi yang berbeda dan lebih baik. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Originals karya…

Cara Menghentikan Kebohongan atau Kecurangan

Advertisements SPW – Mayoritas orang akan curang apabila situasi dan kondisinya mendukung. Kali ini saya akan bahas buku berjudul The Honest Truth About Dishonesty karya Dan Ariely…

Menjadi Negosiator Ulung dengan Cara Membujuk Orang Lain Melalui Teknik Mendengarkan

Advertisements SPW – Ketika seseorang sedang cerita mungkin dia tidak butuh solusi, akan tetapi hanya ingin didengar keluh kesahnya. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Just…

Transformasi Bisnis yang Sukses

Advertisements SPW – Perusahaan yang mampu bertransformasi menjadi perusahaan hebat diibaratkan seekor landak, sedangkan perusahaan yang gagal bertransformasi diibaratkan seekor rubah. Kali ini saya akan membahas buku…

Diskusi yang Memunculkan Solusi

Advertisements SPW – Diskusi awalnya tenang bisa berubah menjadi saling berteriak, apabila kita tidak berusaha mendengarkan orang lain. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Crucial Conversations…

Leave a Reply

Your email address will not be published.