Cara Membentuk Budaya Perusahaan Efektif

SPW – Banyak orang bilang kalau budaya perusahaan itu penting, tapi apakah kamu tahu apa artinya? Kali ini saya mengulas buku yang berjudul What You Do is Who You are karya Ben Horowitz mengenai bagaimana menciptakan sebuah budaya perusahaan yang efektif.

Jika kamu pernah bekerja di sebuah perusahaan atau punya perusahaan sendiri, maka budaya perusahaan merupakan sesuatu yang penting. Menariknya jika kamu bertanya kepada 10 orang yang berbeda mengenai ‘apa itu budaya perusahaan?’ Kamu mungkin saja mendapat berbagai jawaban yang berbeda.

Apa sebenarnya budaya perusahaan? Budaya perusahaan adalah aktivitas yang kamu lakukan di tempat kerja. Budaya perusahaan merupakan gabungan antara sistem dan perilaku serta nilai-nilai yang dianut. Semuanya akan menciptakan pengalaman bagi karyawan dan juga pelanggan.

Tiga hal penting dari buku yang berjudul What You Do is Who You are.

Pertama, Apakah Budaya Perusahaan Penting?

Ada kisah yang menarik dari Toussaint Louverture yang berhasil menghentikan sistem perbudakan di Haiti. Tahun 1700-an sistem perbudakan merupakan sebuah kewajaran di Saint Domingue atau sekarang dikenal sebagai Haiti. Kondisi di sana sangat memprihatinkan.

Lalu pada tahun 1791 terjadi sebuah pemberontakan besar para budak dari perkebunan melawan pemiliknya. Sebuah revolusi yang kemungkinan besar direncanakan oleh Toussaint. Setelah itu nama Toussaint semakin populer di kalangan budak. Dia menjadi pemimpin dan berhasil melawan serangan Inggris dan Spanyol.

Pada tahun 1801 Toussaint menjadi gubernur dan menulis ulang konstitusi untuk menghapus perbudakan dan membuka lapangan kerja bagi semua ras. Dalam kurun waktu 10 tahun Toussaint berhasil mencapai sesuatu yang dianggap mustahil. Dia merupakan sosok yang ahli dan cerdas, namun yang paling penting dia berhasil menggunakan taktik untuk mengubah budaya perbudakan dan meraih penghormatan di seluruh dunia.

Jadi apa yang Toussaint lakukan?

Toussaint menciptakan aturan baru yang mengejutkan. Dia tahu bahwa dia perlu memberikan janji yang bisa dipercaya untuk membangun hubungan jangka panjang. Salah satunya adalah dengan melarang petugas pemerintahan yang sudah menikah untuk memiliki selir. Sesuatu yang sangat tidak biasa di zaman itu. Dasar pemikirannya sederhana jika seorang pegawai pemerintah tidak bisa menepati janji kepada istrinya, bagaimana dia bisa dipercaya untuk menepati janji kepada Toussaint. Aturan yang aneh pada masa itu tapi justru berhasil.

Selanjutnya, Toussaint membuat sebuah keputusan sulit terkait skema kerja. Tentu saja banyak anak buah Toussaint yang dulunya merupakan budak ingin membalas dendam kepada pemilik perkebunan dengan membunuh mereka. Akan tetapi cara ini tidak baik bagi jangka panjang. Jadi Toussaint mengijinkan para pemilik perkebunan untuk mempertahankan tanah mereka dengan kuasa Toussaint tapi memaksa mereka harus membayar para pekerja seperempat dari total keuntungan. Keputusan ini diambil karena kemakmuran negara jauh lebih penting daripada balas dendam.

Untuk membuat sebuah perubahan drastis, kita harus berani untuk mengambil keputusan yang berbeda. Sebagai contoh ketika Apple sedang dalam kondisi buruk, Steve Jobs secara mengejutkan justru malah menutup bisnis penjualan operating system Mac kepada hardware provider yang lain. Alasannya hardware milik Apple perlu melakukan perbaikan serius dan mereka bekerja keras memastikan kalau apa yang dibuat itu bisa memenuhi ekspektasi konsumen. Keputusan inilah yang akhirnya bisa memutarbalikkan kondisi Apple yang sedang turun pada masa itu.

Kedua, Belajar Menciptakan Budaya yang Kuat

Kamu mungkin tahu soal prajurit kuno Jepang yang dikenal dengan nama Samurai, tetapi apakah kamu tahu soal Bushido atau dikenal sebagai jalan untuk menjadi seorang prajurit. Bushido merupakan sebuah kode etik satria golongan Samurai dalam feodalisme Jepang. Bushido berasal dari nilai-nilai moral Samurai yang seringkali menekankan berbagai kombinasi dari kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati.

Kode etik Bushido inilah yang membuat para Samurai berkuasa dari tahun 1186 hingga 1868. Jika dilihat sekilas Bushido mungkin terlihat seperti serangkaian prinsip, akan tetapi sebenarnya merupakan latihan. Sama halnya dengan budaya perusahaan, ini bukan terkait apa yang pemilik perusahaan yakini dan harapkan, akan tetapi apa yang dijalankan oleh bisnis hari demi hari.

Ingatlah kematian setiap saat!

Hagakure merupakan kumpulan kebijaksanaan Samurai.

Meskipun kedengarannya suram, namun ini merupakan pengingat kalau tidak ada yang abadi. Kamu perlu menjalani momen dalam hidup seperti momen terakhirmu di dunia. Gagasan kalau kematian selalu berada di dekat kita merupakan alasan kenapa kehidupan seorang Samurai penuh dengan ketelitian. Mulai dari peralatan hingga tampilan mereka menjadi seorang Samurai harus selalu siap untuk menghadapi kematian dalam kondisi yang paling prima.

Sama halnya dengan dunia saat ini, perubahan terjadi begitu cepat. Perusahaan yang menjadi pemimpin pasar di hari ini mungkin saja hilang ditelan zaman dalam kurun waktu lima tahun kemudian. Jadi kamu harus selalu ingat alasan di balik yang kamu lakukan sekarang.

Ben Horowitz bercerita pengalamannya sendiri saat bertugas di Netscape Communication. Perusahaan itu sulit bergerak maju karena karyawannya sering kali terjebak pada kesalahan masa lalu. Ketika James Barksdale menjadi CEO baru, dia memperkenalkan sudut pandang yang baru berisi tiga aturan.

  1. Jika kamu melihat ular jangan memanggil top management, jangan menelpon temanmu dan timmu, jangan membuat rapat langsung, bunuh saja ular itu.
  2. Jangan kembali dan bermain dengan ular yang sudah mati.
  3. Semua peluang mulai terlihat seperti ular ketika para karyawan mulai melihat kalau membunuh ular itu jauh lebih penting daripada bagaimana kamu membunuhnya maka budaya baru ini akan membentuk tindakan kreatif.

Ketiga, Tips Budaya Kerja yang Baik

Caranya membuat budaya perusahaan dengan baik adalah mengenali dirimu dahulu dalam hal kekuatan dan kelemahan.

Ketika berbicara terkait pemimpin, kita seringkali ingin meniru pemimpin hebat lain yang dikagumi. Mungkin saja kita berusaha untuk menjadi seorang yang bahkan tidak sesuai dengan kepribadian kita. Akhirnya membingungkan orang lain dan menciptakan citra diri palsu.

Ketika menciptakan budaya perusahaan, penting bagi seorang pemimpin agar yang ditulis mencerminkan dirinya sebagai seorang pemimpin sekaligus berkaitan dengan objektif perusahaan. Banyak nilai-nilai baik yang bisa dianut, namun perlu dipahami kalau budaya perusahaan itu terus berubah dan tidak ada yang sempurna, situasi selalu berubah, karyawan masuk keluar, dan pastinya budaya perusahaan juga ikut berubah untuk beradaptasi.

Namun ada nilai yang universal seperti merasa percaya. Tidak peduli dimana kamu bekerja, yang penting buat karyawan saling percaya satu sama lain. Rasa percaya merupakan dasar dari hubungan manusia.

Perusahaan percaya kalau karyawan merupakan orang yang mampu bekerja dengan baik, sehingga ketika muncul sebuah kesalahan, fokusnya bukan untuk mencari siapa yang salah, akan tetapi bagaimana kita bisa mencari solusinya, dan mencegah hal yang sama terjadi lagi di masa depan.

Kesimpulan

Kamu perlu menjalani momen dalam hidup seperti momen terakhirmu di dunia. Gagasan kalau kematian selalu berada di dekat kita merupakan alasan kenapa kehidupan seorang Samurai penuh dengan ketelitian. Mulai dari peralatan hingga tampilan mereka menjadi seorang Samurai harus selalu siap untuk menghadapi kematian dalam kondisi yang paling prima. Apapun profesinya, selalu ingatlah kematian setiap saat!


Semoga bermanfaat. Sebagai bentuk dukunganmu terhadap blog pribadi ini, caranya mudah sekali. Hanya tinggalkan komentarmu dan sebarkan tulisan ini kepada siapapun. Terima kasih banyak.

Lulusan Psikologi. Instruktur materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga. 14 tahun berpengalaman di bidang Human Capital dan saat ini berposisi sebagai Head of Human Capital di Perusahaan Alat Berat Nasional yang bergerak di Mining (Pertambangan) dan Konstruksi (Construction).

Related Posts

Cara Menerapkan Kebiasan Baik Menjadi Lebih Mudah

SPW – Hidup sukses bukan berasal dari hal besar yang kita lakukan, namun dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Kali ini saya membahas buku Tiny Habits…

Tenang, Insya Allah Selalu Ada Jalan

SPW – Di dunia ini saya akan menang atau saya akan belajar, tapi saya tidak akan pernah kalah. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Everything…

The Psychology of Selling

SPW – Menjadi jago jualan perlu memiliki mindset yang tepat dulu sebelum berjualan. Kali ini saya akan membahas buku berjudul The Psychology of Selling karya Brian Tracy…

Rencana Singkat Disisa Hidupmu

SPW – Kadang dalam hidup kita tidak selalu mendapatkan pilihan yang bagus, yang jauh lebih penting adalah melakukan hal terbaik dari pilihan apapun yang didapatkan. Kali ini…

Berpikir Berbeda – Kreatif dan Inovatif

SPW – Menjadi original tidak perlu menjadi yang pertama, tetapi menjadi yang berbeda dan lebih baik. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Originals karya Adam…

Cara Menghentikan Kebohongan atau Kecurangan

SPW – Mayoritas orang akan curang apabila situasi dan kondisinya mendukung. Kali ini saya akan bahas buku berjudul The Honest Truth About Dishonesty karya Dan Ariely terkait…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *