Cara Membuat Visi bagi Pemimpin

SPW – Kali ini saya akan membahas buku berjudul Start with Why karya Simon Sinek tentang perjalanannya dalam menemukan Why yang ada dalam dirinya. Apa yang membuat dirinya bersemangat setiap hari?

Simon belajar bahwa pemimpin hebat merupakan inspirator yang menawan. Memiliki tujuan yang kuat dan menjalaninya dengan sepenuh hati. Sebuah tujuan baru bisa didapat apabila kita menjawab pertanyaan ‘kenapa’. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menghasilkan sebuah orisinalitas dan mampu menginspirasi orang lain.

Tiga Poin Penting dari Buku Berjudul Start with Why Karya Simon Sinek:

Pertama, Lingkaran Emas Why, How dan What

Pemimpin yang hebat tahu why-nya. Kenapa dia mendirikan sebuah perusahaan? Why yang kuat akan menginspirasi karyawannya untuk menuju visi yang sudah ditetapkan. Simon menjelaskan semua harus dimulai dari why, apa tujuannya. Selanjutnya kemudian berbicara mengenai how (cara) dan akhirnya kita bicara what (apa) bentuknya.

Namun kebanyakan perusahaan atau pemimpin melakukannya secara terbalik. Mereka fokus di what-nya, tapi jarang sekali berbicara mengenai why. Apa alasan dibalik perusahaan berdiri? Apa tujuannya?

Simon mencontohkan perusahaan Apple. Kita terjebak bahwa Apple adalah perusahaan komputer, akan tetapi Apple adalah perusahaan think different, ini adalah why-nya. Kemudian ketika diterjemahkan ke how-nya, Apple menantang status quo dan menciptakan produk yang berbeda, akhirnya yang konsumen lihat adalah what-nya. Kita bisa ketahui produknya seperti MacBook, iPad, dan iPhone. Jadi apel dari awal tidak mendefinisikan dirinya sebagai perusahaan komputer, akan tetapi jauh daripada itu apel mendefinisikan perusahaannya why-nya, yaitu think different.

Kedua, Cara Mewujudkan Visi

Pemimpin yang memiliki why kuat, perlu mitra yang paham cara mewujudkan sebuah why menjadi kenyataan. Ibaratnya seperti Walt Disney dan Roy Disney. Walt Disney adalah contoh pemimpin yang sangat kuat dalam why-nya yaitu, telling stories. Walt Disney bukan perusahaan produksi animasi, akan tetapi perusahaan yang why-nya bercerita. Walt Disney ibarat si pemikir, sedangkan Roy Disney adalah eksekutor.

Ketika Walt menggambar kartun dan animasi, Roy yang memiliki ide untuk mendaftarkan hak cipta dan menjual merchandise. Ini adalah kombinasi yang kuat antara why dan how hingga menghasilkan produk yang menginspirasi banyak orang. Semangat Walt Disney dalam why-nya terasa sampai sekarang, sebagai contoh film Frozen. Ketika Walt Disney berhasil menyihir satu dunia dengan cerita Frozen, mereka memberikan kesempatan bagi para konsumennya untuk bersentuhan langsung melalui penjualan merchandise, taman Hiburan hingga drama musikal.

Ketiga, Why yang Kuat Menjadi Inspirasi

Pemimpin yang hebat akan menjadi magnet bagi karyawan dengan kualitas yang tinggi. Tentunya mereka punya why yang sama. Why yang kuat akan menjadi pembeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Hal ini akan menjadi daya tarik perusahaan bagi calon karyawan yang ingin melamar. Dampaknya perusahaan akan mendapatkan like minded (sepemikiran sama) karyawan sehingga bisa menghasilkan tim yang kuat dan menginspirasi untuk selalu berinovasi.

Kesimpulan

Steve Jobs ketika mendirikan Apple tidak membuat iMac-nya sendiri, tapi berkat kerjasama timnya. Bukan hanya soal inspirasi, why yang kuat akan menumbuhkan rasa saling percaya antara manajemen dan karyawan. Karyawan percaya pada why yang dijalankan oleh perusahaan, bahwa ada tujuan yang lebih besar dari sekedar keuntungan perusahaan. Orang tidak membeli dari apa yang kamu jual, tetapi ‘kenapa’ produk atau jasamu dijual? Perusahaan yang mampu mempertahankan why-nya akan jadi pemenang kompetisi dan tidak melakukan manipulasi harga untuk membuat konsumen membeli.


Semoga bermanfaat. Sebagai bentuk dukunganmu terhadap blog pribadi ini, caranya mudah sekali. Hanya tinggalkan komentarmu dan sebarkan tulisan ini kepada siapapun. Terima kasih banyak.

Lulusan Psikologi. Instruktur materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga. 14 tahun berpengalaman di bidang Human Capital dan saat ini berposisi sebagai Head of Human Capital di Perusahaan Alat Berat Nasional yang bergerak di Mining (Pertambangan) dan Konstruksi (Construction).

Related Posts

Cara Menerapkan Kebiasan Baik Menjadi Lebih Mudah

SPW – Hidup sukses bukan berasal dari hal besar yang kita lakukan, namun dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Kali ini saya membahas buku Tiny Habits…

Tenang, Insya Allah Selalu Ada Jalan

SPW – Di dunia ini saya akan menang atau saya akan belajar, tapi saya tidak akan pernah kalah. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Everything…

Cara Membentuk Budaya Perusahaan Efektif

SPW – Banyak orang bilang kalau budaya perusahaan itu penting, tapi apakah kamu tahu apa artinya? Kali ini saya mengulas buku yang berjudul What You Do is…

The Psychology of Selling

SPW – Menjadi jago jualan perlu memiliki mindset yang tepat dulu sebelum berjualan. Kali ini saya akan membahas buku berjudul The Psychology of Selling karya Brian Tracy…

Rencana Singkat Disisa Hidupmu

SPW – Kadang dalam hidup kita tidak selalu mendapatkan pilihan yang bagus, yang jauh lebih penting adalah melakukan hal terbaik dari pilihan apapun yang didapatkan. Kali ini…

Berpikir Berbeda – Kreatif dan Inovatif

SPW – Menjadi original tidak perlu menjadi yang pertama, tetapi menjadi yang berbeda dan lebih baik. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Originals karya Adam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *