Cara Mengubah Pola Pikir (Mindset)

Advertisements

SPW – Kali ini saya akan membahas buku Mindset karya Carol Dweck terkait kemampuan dari sebuah pola pikir. Setiap orang punya caranya sendiri dalam menghadapi kegagalan, ada yang tidak tahu bagaimana caranya, ada yang cukup santai, tapi ada yang merasa tidak masalah dengan kegagalan.

Tiga perspektif yang berbeda ini ternyata erat kaitannya dengan mindset yang dimiliki oleh tiga tipe orang tersebut. Selama 20 tahun, riset yang dilakukan oleh Carol membuktikan pandangan kita terhadap diri kita sendiri mempengaruhi bagaimana hidup kita.

Ketika pertama kali diluncurkan pada tahun 2006, ide dari buku ini cukup menarik dan akhirnya digunakan oleh banyak orang, bukan cuma untuk perkembangan diri, tapi juga bisa diterapkan untuk budaya organisasi dan perusahaan. Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Pertama, Fixed Mindset vs Growth Mindset

Dalam bukunya, Carol menjelaskan ada dua jenis pola pikir; fixed mindset dan growth mindsetFixed mindset adalah orang yang percaya kalau kecerdasan, kemampuan, dan kepribadian adalah sesuatu yang tidak bisa diubah. Sedangkan, orang yang memiliki growth mindset berpikir sebaliknya, tiga hal tersebut bisa dikembangkan melalui waktu dan usaha.

Sebagai contoh, jika ada yang bilang,”Kamu bodoh!” Penilaian ini tidak bisa dijadikan patokan untuk memahami kemampuan seseorang, apalagi potensi orang tersebut untuk sukses di masa depan. Orang dengan pola pikir fixed mindset, merasa bahwa kesuksesan adalah hal yang sangat penting dan berarti dia lebih hebat dari orang lain. Dia butuh validasi itu untuk merasa lebih baik. Bahayanya adalah, jika kamu baru merasa hebat ketika kamu sukses, apa jadinya ketika kamu gagal? Cara yang dilakukan orang dengan fixed mindset adalah dengan menyalahkan orang lain atau mencari alasan agar dirinya tidak bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

Orang dengan growth mindset melihat dunia dengan cara yang berbeda. Mereka memiliki passion dan semangat luar biasa dalam mengembangkan dirinya dan terus berjuang, meski hasilnya belum kelihatan. Mindset ini membuat seseorang tidak alergi dengan tantangan, mereka malah menyukainya. Semakin besar tantangan, itu berarti kesempatan diri untuk berkembang. Mereka malah kecewa apabila mereka tidak bisa mengembangkan potensi mereka.

Growth mindset juga punya peran penting dalam perkembangan sebuah bakat. Sebagai contoh, Mozart butuh waktu 10 tahun sebelum dia akhirnya mampu menghasilkan karya yang luar biasa. Seorang Sosiolog terkenal, Benjamin Barber, pernah berkata, ”Saya tidak membagi dunia menjadi yang kuat dan yang lemah; atau yang sukses dan yang gagal. Saya membagi dunia menjadi seorang pembelajar atau tidak.”

Kedua, Mindset Ketika Gagal

Ada perbedaan besar saat fixed mindset dan growth mindset menerima tantangan hidup. Bagi orang dengan fixed mindset, mereka akan sangat terluka dengan kegagalan karena merasa kegagalan disebabkan kurangnya kemampuan. Mereka pikir kemampuan tidak bisa dikembangkan, oleh karena itu, mereka tidak akan pernah mencobanya lagi. Sedangkan, orang dengan growth mindset berpikir sebaliknya. Mereka terbuka dengan kegagalan dan mencoba lagi.

John Wooden, seorang legenda pelatih basket, pernah berkata kamu bukanlah sebuah kegagalan jika kamu tidak mulai menyalahkan orang lain atau dirimu. Artinya adalah, kamu masih akan terus berproses dari kesalahanmu dan berhenti apabila kamu mulai tidak mengakuinya.

Advertisements

Dalam sebuah riset responden ditanya, apa yang mereka lakukan apabila mereka mendapat nilai jelek di ujian tengah semester dan kemudian mendapat tilang karena parkir sembarangan. Ini adalah kondisi yang diibaratkan seperti sudah jatuh ketimpa tangga. Dihadapkan dengan situasi tersebut, orang dengan fixed mindset merasa hidupnya sangat buruk atau merasa hidupnya gagal, sedangkan orang dengan growth mindset mengatakan mereka akan belajar lebih keras lagi dan parkir lebih hati-hati.

Kejadian yang sama memiliki respon yang berbeda disebabkan oleh mindset orang tersebut. Kegagalan pasti menyakitkan, akan tetapi orang dengan growth mindset tidak berkecil hati. Kegagalan merupakan sesuatu yang harus dihadapi dan diambil hikmah dan pelajarannya.

Ketiga, Mindset Bisa Dibentuk dan Diubah

Cara kita berbicara dengan orang lain ternyata berpengaruh dalam pembentukan seseorang untuk memiliki fixed atau growth mindset. Jika kita memuji seseorang pintar, berbakat, atau sempurna, kita sedang membentuk mereka untuk memiliki fixed mindset. Hal yang sama juga, apabila kita bilang kalau seseorang bodoh, tidak berguna, atau tidak bisa apa-apa, kita juga membentuk mereka untuk memiliki fixed mindset.

Kita bisa mengatur cara bicara kita dan ingat untuk selalu fokus pada kalimat yang mendukung growth mindset seperti, ”Kamu telah bekerja dengan baik, coba ceritakan bagaimana kamu melakukannya?” Kita tidak bicara soal output-nya, tapi kita bicara soal usahanya, kegigihannya, dan perkembangannya.

Jika kamu sekarang berada dalam kondisi fixed mindset, tidak apa-apa. Akan tetapi ini saatnya kamu untuk mulai melatih otot growth mindset-mu dan percaya kalau semua bisa berubah.

Pada dasarnya, setiap orang lahir dengan rasa penasaran yang tinggi dan kecintaan untuk terus belajar. Coba bayangkan seorang bayi yang selalu penasaran dan terus belajar, mulai dari merangkak, berjalan, hingga berlari. Kita perlu membangkitkan lagi growth mindset yang dulu pernah kita miliki.

Mindset akan menentukan bagaimana seseorang melihat dunia. Mindset yang tepat dapat membantu kamu dalam mengembangkan potensi dan meraih kesuksesan dalam hidup.


Semoga bermanfaat. Bagi kamu yang telah selesai membaca artikel ini, tolong meninggalkan komentarnya, sebagai bentuk dukungan agar artikelnya terus-menerus mengalami pembaharuan. Terima kasih.

Advertisements
Lulusan Psikologi. Instruktur yang berfokus pada materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi di Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga.

Related Posts

The Psychology of Selling

Advertisements SPW – Menjadi jago jualan perlu memiliki mindset yang tepat dulu sebelum berjualan. Kali ini saya akan membahas buku berjudul The Psychology of Selling karya Brian…

Rencana Singkat Disisa Hidupmu

Advertisements SPW – Kadang dalam hidup kita tidak selalu mendapatkan pilihan yang bagus, yang jauh lebih penting adalah melakukan hal terbaik dari pilihan apapun yang didapatkan. Kali…

Berpikir Berbeda – Kreatif dan Inovatif

Advertisements SPW – Menjadi original tidak perlu menjadi yang pertama, tetapi menjadi yang berbeda dan lebih baik. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Originals karya…

Cara Menghentikan Kebohongan atau Kecurangan

Advertisements SPW – Mayoritas orang akan curang apabila situasi dan kondisinya mendukung. Kali ini saya akan bahas buku berjudul The Honest Truth About Dishonesty karya Dan Ariely…

Menjadi Negosiator Ulung dengan Cara Membujuk Orang Lain Melalui Teknik Mendengarkan

Advertisements SPW – Ketika seseorang sedang cerita mungkin dia tidak butuh solusi, akan tetapi hanya ingin didengar keluh kesahnya. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Just…

Transformasi Bisnis yang Sukses

Advertisements SPW – Perusahaan yang mampu bertransformasi menjadi perusahaan hebat diibaratkan seekor landak, sedangkan perusahaan yang gagal bertransformasi diibaratkan seekor rubah. Kali ini saya akan membahas buku…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *