Melewati Kebiasaan Baik, Mempersiapkan Diri Menuju Keruntuhan

Melewati Kebiasaan Baik, Mempersiapkan Diri Menuju Keruntuhan

Read Time:1 Minute, 45 Second

SPW – Letih sekali kemarin. Energi dan ide untuk menulis di artikel pun tidak ada. Tiap hari saya mulai menulis pada pukul 20.00 Wib hingga selesai. Namun tidak ada sedikit pun tadi malam. Bersikap profesional di karir tidaklah mudah. Butuh kesabaran dan keuletan.

Semangat menggebu-gebu diawal-awal membangun karir itu biasa. Namun bertahan dalam berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun tidaklah mudah. Kita harus sadari, bahwa dalam membentuk atau membangun karir yang cemerlang, pasti diawali dengan detik yang benar. Semua waktu haruslah benar-benar diisi dengan kegiatan yang mengarah pada impian.

Saya bukan hanya ingin menjadi penulis, tapi berprofesi penulis. Jika tahapan dalam membangun karir hanya sekedar ingin, maka ketika keinginan hilang disebabkan muncul keinginan baru yang tanpa kita sadari, rusaklah karir kita.

Jika karir yang dibentuk dengan kemauan dan kemampuan, insya Allah jalan karir akan cemerlang. Menulis bukan hanya menorehkan kalimat demi kalimat saja, namun ada cerita yang disampaikan. Bahan dalam penulisan pun, bukan sekedar muncul dikepala saja, akan tetapi gabungan-gabungan dari kita membaca, mengamati, dan mendengarkan suatu topik pembahasan.

Perilaku yang sering saya lakukan ketika ide tulisan buntu adalah membaca. Teknik ini sangat membantu saya dalam menambah kosa kata dan pemahaman dalam menyusun struktur tulisan dengan baik. Beberapa buku yang saya baca pun, lebih banyak memberikan sebuah cerita singkat yang dibahas dan kadang disimpulkan oleh penulisnya.

Tulisan di webiste ini merupakan kumpulan ide yang berasal dari buku-buku yang telah dibaca oleh saya. Mungkin belum tertata rapi, namun saya terus berlatih agar penyajian lebih rapi dan memiliki poin. Saya pun mengakui, bahwa menjadi penulis bukan sekedar menulis dengan rangkaian kata. Akan tetapi harus terbangun struktur cerita dan penjelasan dengan baik.

Tidak bisa saya menjadi penulis dengan satu artikel, akan tetapi untuk menjadi penulis profesional maka harus menulis berkali-kali lebih baik dari sebelumnya.

Kapan masa itu akan datang? Saya tidak mematok kapan saya harus berhenti menulis, tapi yang harus saya canangkan adalah semua orang merasakan kebermanfaatannya dari tulisan saya.

Semoga Allah mudahkan urusan saya menulis hari demi hari dan menjauhkan saya dari kemalasan. Musuh dari keberhasilan bukanlah kegagalan, namun sifat malas yang ada.

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
100%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

2 thoughts on “Melewati Kebiasaan Baik, Mempersiapkan Diri Menuju Keruntuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *