Membentuk Cara Pikir Orang Sukses

SPW – Berpikir itu hal yang sulit, sehingga tidak banyak yang melakukannya. Kali ini saya membahas buku berjudul How Successfull People Think karya John C Maxwell terkait cara pikir orang sukses. Apa kesamaan para orang sukses? Apakah kamu penasaran mengenai penyebab seseorang bisa sukses?

Salah satu kesamaannya adalah cara mereka berpikir. Mereka tidak takut berbeda dan berusaha menciptakan jalan mereka sendiri, namun jalan yang dipilih kadang bisa terasa kesepian.

Wajar saja manusia adalah makhluk sosial. Kita berusaha agar bisa diterima oleh orang lain, hal hasil kamu mungkin terjebak dalam kondisi yang sudah ada. Kamu tidak berani bertanya hal yang berbeda karena takut dianggap aneh atau bahkan dicap gila.

Tiga Hal Penting dari Buku yang berjudul How Successfull People Think karya John C Maxwell:

Pertama, Mindset Orang Sukses

Bagaimana perasaan kamu setiap harinya? Apakah kamu akan memulainya dengan berkata “saya akan melakukan pekerjaan dengan baik atau saya akan menjadi lebih baik”. Kebanyakan orang sering kali berada pada salah satu dari dua kategori ini.

Orang yang hanya ingin bekerja dengan baik seringkali hanya berpikir kalau yang penting dirinya bisa menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik, akan tetapi seringkali orang itu tidak fokus pada perbaikan atau pertumbuhan yang penting.

Ketika diminta mengerjakan sesuatu maka hasilnya baik, namun mungkin saja hal ini bisa membuat kamu merasa kosong. Kamu merasa ada yang kurang, yaitu sebuah tujuan dan makna atas apa yang akan kamu lakukan. Lama-kelamaan bekerja terasa begitu monoton. Sebaliknya seseorang yang selalu berusaha ingin menjadi versi terbaik bagi dirinya sendiri akan selalu mencari peluang untuk sukses. Dia akan selalu bertanya, “Apakah hari ini saya lebih baik daripada kemarin?” Ini adalah cara membandingkan yang benar.

Ketika kita malah membandingkan dengan orang lain, maka yang muncul adalah iri, cemas, dan insecure. Kita bertanya-tanya, “kok dia bisa dapat promosi sih? Padahalkan kerjanya gitu aja. Tidak lebih pinter”. Ini adalah usaha yang sia-sia.

Bahkan orang sukses mengerti kalau kesuksesan orang lain itu tidak penting, karena tidak ada hubungannya dengan nilai dirimu atau potensi dirimu di masa depan. Tujuannya bukan untuk berkompetisi dengan orang lain, bukan juga jadi lebih baik daripada orang lain, tapi fokusnya adalah menjadi versi diri sendiri yang lebih baik, dan melihat tantangan sebagai jalan untuk bertumbuh.

Ada tips lain yang menarik. Jika kamu ingin sukses mimpi besar saja tidak cukup, kamu perlu berpikir lebih realistis. Maksudnya apa? Artinya kamu perlu menyusun rencana untuk mencapainya.

Contohnya seorang pengusaha yang tidak punya mindset yang realistis akan terjebak pada harapan dan pikiran positif atas masa depan perusahaannya. Tentu saja ini merupakan perilaku yang baik, tetapi jika dia tidak mulai menyusun strategi yang tepat maka semua itu hanya berakhir di Mimpi saja.

Tujuan berpikir realistis adalah untuk menjadi pemimpin yang baik tidak lagi bicara sesuatu yang ada di awang-awang, tetapi mulai bicara hal yang membumi apa yang bisa dikerjakan untuk meraih kesuksesan.

Kedua, Berpikir dengan Cara Baru

Kita seringkali terjebak untuk menerima dan menjalani apa yang sudah ada. Misalnya terjebak dalam tradisi tertentu atau terjebak dalam sebuah mindset, “kita dari dulu sudah begini kok”. Kita terbiasa mengikuti apa yang dikatakan kelompok karena kita butuh kelompok. Kita tidak ingin dianggap berbeda, dianggap aneh, dan dianggap pemberontak. Resikonya kita bisa dikucilkan dan tentunya ini bukan keadaan yang menyenangkan.

Memang betul cara kerja dan pola pikir lama tidak selamanya buruk, namun jangan sampai kita menjadi tidak bisa berpikir secara mandiri. Misalnya manusia di masa lalu percaya kalau bumi adalah pusat dari segala alam semesta dan ternyata sains membuktikan sebaliknya.

Astronom terkenal bernama Nicolaus Copernicus menggunakan matematika untuk membuktikan bahwa bumi adalah bagian dari tata surya yang berputar mengelilingi matahari. Kita mungkin perlu belajar kalau yang populer atau yang diyakini belum tentu benar.

Maxwell bercerita pengalamannya sendiri setelah serangan 11 September 2001 di New York. Banyak orang takut dan menghindari pergi ke New York, tetapi Maxwell justru melakukan hal sebaliknya. Dia merasa kalau itu adalah waktu yang tepat untuk jalan-jalan ke New York, tingkat penerbangan yang murah, tingkat keamanan yang tinggi, dan karena sedang dalam kondisi permintaan yang rendah maka hotel dan tiket hiburan di sana juga murah. Maxwell dan keluarga justru mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan tentunya menghemat banyak uang karena tidak mengikuti pemikiran kebanyakan orang.

Ada saran yang menarik. Tidak peduli apa tujuanmu atau industri tempatmu bekerja. Kamu harus berpikir out of the box untuk perkembangan pribadi, akan tetapi hal ini memang tidak mudah. Kita sudah terbiasa menghabiskan 18 tahun hidup untuk menyesuaikan dengan lingkungan. Misalnya kita belajar untuk diam dan menghargai orang lain ketika mereka bicara, kita belajar untuk tidak jadi orang sok tahu atau menunjukkan keahlian kita, alhasil mungkin saja kita seringkali tidak berani mengutarakan ide atau pencapaian yang kita miliki. Tentu saja penting tahu kapan harus diam, namun penting juga tahu kapan harus bicara.

Ketiga, Bagaimana Ingin Dikenang

Kita hidup di dunia tidaklah seorang diri. Kita bersama orang lain tinggal, bersama di bumi ini. Ketika seseorang sukses mungkin awalnya terlihat egois karena sukses itu untuk dirinya sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, sukses tidak akan bermakna ketika tidak dibagikan kepada orang lain.

Kisah menarik dari Alfred Bernhard Nobel. Suatu hari ketika dirinya sedang membaca koran di pagi hari, Dia terkejut melihat ada artikel Obituary mengenai dirinya di sana. Namun dia sadar kalau itu adalah sebuah kesalahan yang ditulis wartawan di artikel itu. Ditulis kalau Alfred meninggal, padahal yang meninggal adalah saudara laki-lakinya.

Obituary itu berfokus pada kehidupan profesional Alfred dan menjelaskan bagaimana dia menemukan dinamit. Sebuah temuan yang pada akhirnya bertanggung jawab atas kematian begitu banyak orang. Partikel itu membuat Alfred sangat sedih. Dia membayangkan ketika dirinya meninggal, maka yang diingatnya hanyalah temuannya yang membawa petaka.

Alfred lalu memutuskan menghabiskan sisa hidupnya untuk berkontribusi positif pada dunia dan kedamaian. Pada tahun 1895, Alfred Noble menandatangani surat wasiat yang menjelaskan kalau dirinya akan mendonasikan porsi terbesar dari kekayaannya untuk serangkaian hadiah di bidang fisika, kimia, fisiologi, kedokteran, sastra, dan perdamaian. Inilah yang kemudian hari dikenal sebagai hadiah Nobel.

Kesimpulan

  1. Bahkan orang sukses mengerti kalau kesuksesan orang lain itu tidak penting, karena tidak ada hubungannya dengan nilai dirimu atau potensi dirimu di masa depan.
  2. Tidak peduli apa tujuanmu atau industri tempatmu bekerja. Kamu harus berpikir out of the box untuk perkembangan pribadi, akan tetapi hal ini memang tidak mudah.

Semoga bermanfaat. Sebagai bentuk dukunganmu terhadap blog pribadi ini, caranya mudah sekali. Hanya tinggalkan komentarmu dan sebarkan tulisan ini kepada siapapun. Terima kasih banyak.

Lulusan Psikologi. Instruktur materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga. 14 tahun berpengalaman di bidang Human Capital dan saat ini berposisi sebagai Head of Human Capital di Perusahaan Alat Berat Nasional yang bergerak di Mining (Pertambangan) dan Konstruksi (Construction).

Related Posts

Cara Menemukan Karyawan yang Tepat untuk Perusahaan

SPW – Apakah kamu pernah mendengar kata talent di perusahaan? Bukan sekedar istilah yang meluncur begitu saja. Talent sebenarnya adalah elemen rahasia di balik panggung sukses sebuah…

Cara Membangun Kepercayaan

SPW – Di hubungan yang penuh rasa percaya, kamu bisa bicara hal yang salah, tetapi orang lain tetap memahami maksud dari ucapanmu. Namun ketika kepercayaan rendah, tidak…

Menggali Kreativitas Diri

SPW – Tidak pernah terlambat untuk jadi orang yang kreatif. Kamu perlu belajar untuk berdamai dengan rasa takut, ekspektasi orang lain, dan berikan kebebasan pada dirimu untuk…

Menjadi Pemula, Menciptakan Keberhasilan

SPW – Di pikiran pemula ada banyak kemungkinan, sedangkan di pikiran ahli hanya ada sedikit. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Zen Mind, Beginner’s Mind karya…

Jadilah Orang yang Tahu Kapan Berhenti atau Berlanjut

SPW – Orang sukses tidak pernah takut untuk berhenti ketika tidak ada kemajuan. Di setiap proyek apapun, entah itu hobi, pekerjaan, atau membangun perusahaan baru, awalnya pasti…

Sikap Pemimpin Hebat

SPW – Dengan bekerja bersama, maka kita akan mampu menghasilkan banyak hal. Melalui empati, pemimpin mampu memprioritaskan kepentingan timnya di atas kepentingan pribadi. Hasilnya, loyalitas dan dukungan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *