Mengapa Belajar Itu Penting

SPW – Belajar hal baru bukan hanya mendukung kamu untuk berhasil, namun penting untuk bertahan hidup. Kali ini saya akan membahas buku karya Edward D. Hess dengan judul Learn or Die – Using Science to Build a Leading Edge Learning Organization. Buku ini membahas ‘Mengapa Belajar Sangat Penting?’

Belajar merupakan cara manusia untuk bertahan hidup. Coba bayangkan saat kecil, apabila kita tidak memiliki dorongan untuk belajar berbicara, berdiri, berjalan, berlari, dan lain sebagainya. Tentunya kita tidak mungkin dapat mandiri dan bertahan hidup.

Di era sekarang, banyak orang berhenti belajar ketika seseorang telah lulus dari dunia pendidikan. Tentu saja mereka tahu, kalau mau berhasil, maka mereka harus tetap belajar. Namun sayangnya, tidak semua orang bersedia untuk belajar.

Saya coba merangkum tiga hal penting dari buku Learn or Die.

Pertama, Belajar Penting untuk Bertahan Hidup

Jika nenek moyang kita menolak untuk belajar, kita mungkin sudah punah sejak lama. Coba bayangkan saja, apa yang akan terjadi jika kita terus bermain api, bermain dengan binatang buas, dan menyeberang air yang dalam seperti danau atau sungai. Tentu saja umur kita akan pendek, karena tidak ada hal baru yang dipelajari.

Sebaliknya, kita belajar dari kesalahan. Kita berhasil mengidentifikasi masalah dan melindungi diri dari bahaya. Dikemudian hari kita mampu menemukan segala hal yang membuat hidup lebih mudah. Misalnya kita membuat bahasa, mampu berenang, menaklukkan hewan buas, membuat rakit. Semua hal ini mendorong semua generasi untuk tumbuh lebih cerdas, lebih baik, dan lebih berkembang dari generasi sebelumnya.

Edward Hess menekankan bahwa kita harus bersedia belajar hal baru di luar dari yang sudah kita ketahui. Misalnya seperti ini, saat kita kecil hingga beranjak dewasa. Kita menghabiskan waktu belasan tahun pertama hidup kita untuk belajar menyesuaikan diri dengan masyarakat. Contohnya belajar untuk diam ketika orang lain berbicara, menyapa orang lain ketika berpapasan, tidak berbicara kasar kepada orang lain, tidak membentak orangtua, dan lain sebagainya.

Ada fakta yang menarik. Kita sering kali memisahkan antara Emotional Mind dengan Rational Mind, kenyataannya berpikir itu tidak mungkin apabila tidak ada sisi emosionalnya. Area yang bertanggungjawab atas perasaan dan logika, terhubung satu sama lain atau bahkan saling melengkapi. Misalnya begini, ketika kamu sedang sakit atau stres. Pikiran dan kemampuan belajarmu pasti terganggu, namun bukan berarti kualitas pikiranmu berada di luar kendali.

Tidak semua perasaan mengganggu pemikiran. Ketika emosi negatif mengaktifkan perilaku untuk mempertahankan diri seperti naluri melawan (fighting) atau lari (avoidance). Emosi positif meningkatkan proses kognitif melalui pemikiran dan pembelajaran, meningkatkan kesadaran, explorasi, dan kreatifitas.

So, daripada menolak perasaan, lebih baik kamu merangkul emosi yang bisa membantu kamu untuk belajar. Dengan lebih banyak tersenyum, mengungkapkan rasa syukur, dan merenungkan hal-hal baik dalam hidup yang dapat memberikan pandangan positif untuk memudahkan proses belajar.

Kedua, Menciptakan Budaya Pembelajar

Apakah kamu pernah lihat lowongan kerja yang ditulis seperti ini?

  • Mencari kandidat yang mempunyai motivasi tinggi.
  • Bisa langsung bekerja.
  • Memiliki kemauan untuk berkembang.

Perusahaan tentunya menyukai tipe karyawan seperti itu, yang punya dorongan kerja dalam dirinya. Ini merupakan tujuan utama perusahaan dalam menciptakan High Performance Learning Organization. Sebuah budaya dimana belajar adalah bagian penting yang merupakan elemen kunci meraih keberhasilan. Tidak juga perusahaan harus menjadi sebagai lembaga pendidikan atau mendorong karyawannya baca buku dan sebagainya. Namun artinya perusahaan tersebut harus selalu bertumbuh, bukan sebaliknya mengungkapkan bahwa dari dulu begini kok.

Setiap karyawan perusahaan harus didorong berani menyampaikan pendapatnya, mengambil resiko, dan mencoba ide baru. Supaya bisa mencapai hal ini, sebuah perusahaan harus bisa merekrut karyawan yang tepat, menciptakan lingkungan yang tepat, dan menciptakan proses kerja yang tepat.

Seorang karyawan perlu memiliki kepercayaan atas keahliannya untuk mencapai sesuatu. Mereka harus melihat masalah sebagai tantangan dan kesempatan untuk belajar, bukan sebagai suatu hal yang harus ditakuti.

Selain karyawan yang tepat, perusahaan perlu menciptakan budaya kerja yang mendukung karyawannya untuk belajar. Hal ini hanya akan tercipta ketika karyawan merasa aman. Sebagai contoh Toyota mendorong karyawannya untuk jujur atas kesalahan yang mereka buat. Hal ini hanya bisa terjadi apabila karyawannya tahu kalau mereka tidak akan dipecat.

Terakhir yang cukup penting adalah proses kerja tepat. Sayangnya kita tinggal di dunia dimana seseorang lebih dihargai ketika memberikan informasi daripada bertanya. Inilah yang membuat setiap orang ingin berbicara, karena dianggap lebih pintar daripada orang lain. Namun perlu disadari, percakapan yang baik membutuhkan si pembicara dan si pendengar untuk saling memperhatikan.

Ketiga, Metode Berpikir Kritis

Bagaimana cara untuk berpikir kritis dan membuat analisa yang lebih baik? Ada dua cara yang mungkin bisa kamu coba.

1. Recognition – Primed Decision Model

Sebuah cara bagaimana kamu bisa mengambil keputusan cepat dan efektif ketika berhadapan dengan situasi yang kompleks. Dengan cara ini, kamu akan membandingkan situasi kamu sekarang dengan situasi yang ada di masa lalu. Mengidentifikasikan situasi yang serupa dan melakukan solusi yang dahulunya berhasil.

Metode ini sangat efektif ketika berada dalam waktu terbatas. Sebagai contoh, ketika petugas kebakaran tiba dilokasi kebakaran. Dia tidak punya waktu untuk mempertimbangkan pro dan kontra dari berbagai tindakan yang mungkin diambil. Solusinya, dia akan menggunakan memori masa lalunya atas berbagai kebakaran yang berhasil dipadamkan. Mencari situasi yang mirip, lalu menerapkan solusi yang sama. Namun tidak semua situasi yang mirip sama terjadi dengan terjadi di masa lalu. Mungkin saja kamu berada disituasi yang berbeda atau baru. Jika sudah begitu kamu bisa menggunakan cara yang selanjutnya di bawah ini.

2. Pre Mortem Analysis

Kamu membayangkan sebuah proyek atau bisnis kamu gagal. Lalu bergerak mundur untuk mencari tahu apa yang menyebabkan kegagalan tersebut. Metode ini sangat penting untuk mencegah sebuah tim terlalu percaya diri tanpa melakukan mitigasi resiko dari berbagai potensi kegagalan yang mungkin muncul. Mitigasi resiko adalah tindakan terencana dan berkelanjutan yang dilakukan pemilik resiko agar bisa mengurangi dampak dari kejadian berpotensi merugikan atau membahayakan pemilik resiko.

Orang yang bertahan adalah orang yang mampu beradaptasi, terus belajar, dan terus bertumbuh. Belajar jangan dianggap sebagai sebuah paksaan, tapi sebagai bagian penting untuk bertahan hidup.


Semoga bermanfaat. Bagi kamu yang telah selesai membaca artikel ini, sebagai bentuk dukungan agar artikelnya terus-menerus mengalami pembaharuan, tolong meninggalkan komentarnya. Terima kasih.

Lulusan Psikologi. Instruktur materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga. 14 tahun berpengalaman di bidang Human Capital dan saat ini berposisi sebagai Head of Human Capital di Perusahaan Alat Berat Nasional yang bergerak di Mining (Pertambangan) dan Konstruksi (Construction).

Related Posts

Cara Menerapkan Kebiasan Baik Menjadi Lebih Mudah

SPW – Hidup sukses bukan berasal dari hal besar yang kita lakukan, namun dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Kali ini saya membahas buku Tiny Habits…

Tenang, Insya Allah Selalu Ada Jalan

SPW – Di dunia ini saya akan menang atau saya akan belajar, tapi saya tidak akan pernah kalah. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Everything…

Cara Membentuk Budaya Perusahaan Efektif

SPW – Banyak orang bilang kalau budaya perusahaan itu penting, tapi apakah kamu tahu apa artinya? Kali ini saya mengulas buku yang berjudul What You Do is…

The Psychology of Selling

SPW – Menjadi jago jualan perlu memiliki mindset yang tepat dulu sebelum berjualan. Kali ini saya akan membahas buku berjudul The Psychology of Selling karya Brian Tracy…

Rencana Singkat Disisa Hidupmu

SPW – Kadang dalam hidup kita tidak selalu mendapatkan pilihan yang bagus, yang jauh lebih penting adalah melakukan hal terbaik dari pilihan apapun yang didapatkan. Kali ini…

Berpikir Berbeda – Kreatif dan Inovatif

SPW – Menjadi original tidak perlu menjadi yang pertama, tetapi menjadi yang berbeda dan lebih baik. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Originals karya Adam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *