Menggali Kreativitas Diri

Advertisements

SPW – Tidak pernah terlambat untuk jadi orang yang kreatif. Kamu perlu belajar untuk berdamai dengan rasa takut, ekspektasi orang lain, dan berikan kebebasan pada dirimu untuk mengejar apa yang kamu inginkan.

Kali ini saya akan membahas buku berjudul Big Magic karya Elizabeth Gilbert terkait cara menjadi orang yang kreatif.

Apakah kamu berani untuk menjadi kreatif? Setiap orang tentu saja berbeda. Mereka punya aspirasi yang berbeda, minat yang berbeda atau keahlian yang berbeda. Namun yang pasti di dalam diri mereka ada sesuatu luar biasa menunggu untuk keluar. Tugas kita hanya membiarkan harta karun untuk keluar dan mungkin kita akan takjub atas hasil yang muncul.

Menariknya kamu tidak perlu bekerja full time sebagai pekerja kreatif. Elizabeth justru mendorongmu agar punya pekerjaan tetap, lalu sisa waktu yang kamu miliki bisa digunakan untuk mengisi ulang energi dalam diri. Momen kreatif menjadi momen yang menyenangkan dan membuat harimu jadi lebih indah setelah seharian bekerja.

Tiga Hal Penting dari Buku Berjudul Big Magic karya Elizabeth Gilbert.

Pertama, Jangan Biarkan Rasa Takut Menghentikanmu

Sejak kecil kita diajarkan kalau punya gelar pendidikan yang tinggi dan pekerjaan normal merupakan bagian penting dalam hidup manusia. Pekerjaan normal artinya pekerjaan yang memberikan kita gaji bulanan secara rutin. Namun sayangnya bagi beberapa orang yang pada dasarnya kreatif kehidupan seperti ini justru membuat mereka jadi tidak bahagia menjalani hidup. Sebagai orang yang kreatif seringkali menjadi pilihan yang sulit, karena dunia membentuk masyarakat seperti itu. Namun Elizabeth punya pendapat yang berbeda.

Kamu tidak perlu untuk jadi seorang seniman hebat untuk memuaskan jiwa kreatifmu. Kamu hanya perlu hidup dengan penuh penasaran daripada rasa takut. Nah, apa kreativitas? Kreativitas adalah kemampuan memecahkan masalah yang memberikan individu kemampuan menciptakan ide-ide asli atau adaptif. Fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang.

Kita mungkin merasa takut, perasaan ini yang menghambat kita untuk menjalani aktivitas kreatif. Rasa takut bisa muncul dalam berbagai bentuk, misalnya takut tidak punya keahlian yang cukup, takut terlambat untuk memulai sesuatu, takut tidak ada yang peduli atas apa yang kamu lakukan, atau tidak punya waktu atau sumber daya untuk melakukan aktivitas tersebut.

Rasa takut itu adalah hal yang wajar. Mungkin banyak orang memberikan saran kalau kamu perlu melepas rasa takut atau bahkan melawan rasa takut tersebut. Namun Elizabeth merasa justru kita harus berdamai dengan rasa takut, karena ini adalah perasaan dasar manusia. Jangan biarkan rasa takut menghalangimu untuk menjalani aktivitas tersebut.

Rasa takut tidak lebih dari penumpang yang duduk di belakang dan mengingatkanmu pada hal yang kamu cintai, tapi bukan dia yang memegang kendali. Bagi Elizabeth, bumi yang kita tinggali tidak hanya berisi hewan, tumbuhan, bakteri, virus tapi juga ide.

Ide adalah bentuk kehidupan yang energik dan didorong oleh satu dorongan yaitu untuk diwujudkan. Satu-satunya cara agar ide dapat diwujudkan di dunia adalah melalui kolaborasi dengan manusia lainnya. Elizabeth menjelaskan cara agar bisa mengetahui ketika sebuah ide itu siap untuk diurai.

Bayangkan ketika kamu berpikir tentang sesuatu dan tidak bisa melepaskannya. Ide ini akan muncul di beberapa momen dan mengganggu di saat tenang. Jika kamu tidak mengindahkannya maka orang lain yang akan mewujudkannya.

Elizabeth mengalami hal ini secara langsung dengan salah satu temannya yang merupakan sesama penulis. Suatu hari muncul ide di benak Elizabeth untuk membuat novel dengan latar belakang Hutan Amazon yang terinspirasi oleh suaminya dari Brazil. Karena satu dan lain hal ide itu tidak ditindaklanjuti. Elizabeth harus meninggalkan ide novel tersebut dan melanjutkan proyek lain.

Advertisements

Anehnya ketika Elizabeth bertemu dengan teman baru yang berprofesi sebagai penulis juga bernama Ann Patchett sedang menulis novel berlatar di Amazon. Alur cerita hampir identik dengan yang ada di benak Elizabeth. Kedua penulis itu pun terkejut. Ini yang membuat Elizabeth yakin kalau ide itu hanya akan mengalir sampai menemukan seseorang yang terbuka untuk menghidupkannya.

Kedua, Belajar untuk Menjadi Orang Kreatif

Apakah kamu pernah diminta untuk kreatif? Jika iya, pasti kamu menyadari betapa sulitnya hal itu. Bahkan sebagian dari kita justru menganggap dirinya bukan orang yang kreatif. Kita menyalahkan lingkungan sekitar atau kondisi yang tidak ideal. Namun perlu kita sadari sumber inspirasi itu ada di sekeliling dan setiap orang punya potensi untuk menjadi kreatif. Masalahnya bukan pada lingkungan tapi pada diri kita sendiri.

Kita adalah rintangan terbesar untuk kreatif. Kadang kita mengambil jalan pintas untuk merendahkan kemampuan kita untuk kreatif atau justru menganggap ide yang kita hasilkan itu biasa saja. Kita perlu belajar untuk membiarkan diri kita menjadi orang yang kreatif. Mulai katakan kepada diri sendiri, “Saya adalah seorang penulis. Saya adalah seorang seniman. Saya adalah orang yang kreatif”.

Katakan apapun terkait bidang kreatif yang kamu gemari. Cara ini akan membuat dirimu menerima kalau kreativitas adalah bagian dari dirimu dan tidak ada yang bisa menghalangimu untuk menjadi kreatif. Bahkan penolakan juga tidak bisa menghentikan langkahmu. Tentu saja ditolak itu merupakan perasaan yang tidak menyenangkan. Tetapi sebaiknya kamu tidak memasukkan itu ke dalam hati.

Sebelum Elizabeth menjadi penulis terkenal, dia pernah mengirim sebuah artikel ke sebuah majalah dan langsung dengan cepat ditolak. Lalu beberapa tahun kemudian ketika buku yang ditulis berhasil menjadi best seller, Manager Elizabeth mengirimkan artikel yang sama ke majalah yang sama. Kali ini kepala editor majalah itu menganggap tulisan itu luar biasa dan merupakan sesuatu yang spesial.

Ini yang perlu kita pahami. Bagi orang lain, siapa dirimu menentukan nilai sebuah karya. Ini realitanya! Namun hal ini jangan dijadikan patokan, proses kreatif seharusnya menjadi kegiatan yang bisa memberikanmu energi dan ketenangan batin, tidak peduli apa penilaian orang lain.

Ketiga, Menjadi Kreatif Tidak Harus Full Time

Orang yang kreatif seringkali dilihat sebagai seorang yang tidak punya pekerjaan yang layak. Mungkin saja pekerjaan yang mereka tekuni seringkali freelance atau part time. Namun ketika seseorang berusaha hidup dari pekerjaan kreatif, itu juga punya masalah sendiri.

Contohnya jika kamu memaksa aktivitas kreatif untuk bisa menghasilkan uang, ibaratnya seperti kamu sedang berteriak pada seekor kucing. Kucing itu tidak akan tahu apa yang kamu bicarakan. Kemungkinan besar kucing itu justru takut karena suaramu yang keras dan wajahmu yang tegang. Elizabeth menyarankan agar kamu tetap punya pekerjaan utama sebagai pondasi yang bisa mendukung aktivitas kreatif.

Ada contoh menarik dari JK Rowling. Sebelum dirinya dikenal sebagai penulis novel Harry Potter, Rowling memulai karirnya sambil bekerja. Jadi dia bekerja normal, lalu menghabiskan waktu beberapa jam untuk mengerjakan proyek kreatifnya. Aktivitas itu menjadi ritual untuk meningkatkan energi.

Ini yang perlu kita pahami, tidak semua orang mungkin bisa hidup sebagai pekerja kreatif. Tidak masalah jika pekerjaan utamamu bukanlah seorang pekerja kreatif. Bukan berarti kamu tidak kreatif.

Menjadi kreatif tidak perlu menjadi full time job. Kamu bisa gunakan momen ini, justru untuk mengisi ulang energi di dalam diri. Momen kreatif menjadi momen yang menyenangkan dan membuat harimu menjadi lebih indah setelah seharian bekerja.

Kesimpulan

  1. Siapa dirimu menentukan nilai sebuah karya.
  2. Tidak semua orang mungkin bisa hidup sebagai pekerja kreatif. Tidak masalah jika pekerjaan utamamu bukanlah seorang pekerja kreatif. Bukan berarti kamu tidak kreatif.

Semoga bermanfaat. Sebagai bentuk dukunganmu terhadap blog pribadi ini, caranya mudah sekali. Hanya tinggalkan komentarmu dan sebarkan tulisan ini kepada siapapun. Terima kasih banyak.

Advertisements
Lulusan Psikologi. Instruktur materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga. 14 tahun berpengalaman di bidang Human Capital dan saat ini berposisi sebagai Head of Human Capital di Perusahaan Alat Berat Nasional yang bergerak di Mining (Pertambangan) dan Konstruksi (Construction).

Related Posts

Cara Menemukan Karyawan yang Tepat untuk Perusahaan

Advertisements SPW – Apakah kamu pernah mendengar kata talent di perusahaan? Bukan sekedar istilah yang meluncur begitu saja. Talent sebenarnya adalah elemen rahasia di balik panggung sukses…

Cara Membangun Kepercayaan

Advertisements SPW – Di hubungan yang penuh rasa percaya, kamu bisa bicara hal yang salah, tetapi orang lain tetap memahami maksud dari ucapanmu. Namun ketika kepercayaan rendah,…

Menjadi Pemula, Menciptakan Keberhasilan

Advertisements SPW – Di pikiran pemula ada banyak kemungkinan, sedangkan di pikiran ahli hanya ada sedikit. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Zen Mind, Beginner’s Mind…

Jadilah Orang yang Tahu Kapan Berhenti atau Berlanjut

Advertisements SPW – Orang sukses tidak pernah takut untuk berhenti ketika tidak ada kemajuan. Di setiap proyek apapun, entah itu hobi, pekerjaan, atau membangun perusahaan baru, awalnya…

Membentuk Cara Pikir Orang Sukses

Advertisements SPW – Berpikir itu hal yang sulit, sehingga tidak banyak yang melakukannya. Kali ini saya membahas buku berjudul How Successfull People Think karya John C Maxwell…

Sikap Pemimpin Hebat

Advertisements SPW – Dengan bekerja bersama, maka kita akan mampu menghasilkan banyak hal. Melalui empati, pemimpin mampu memprioritaskan kepentingan timnya di atas kepentingan pribadi. Hasilnya, loyalitas dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *