Meninggalkan yang Merusak Diri

Meninggalkan yang Merusak Diri

Read Time:1 Minute, 14 Second

SPW – Tahukah kamu, dia itu tidak bisa apa-apa. Diberikan kerjaan satu pun tidak ada yang beres. Anaknya saja tidak diurus, istrinya ditinggalkan begitu saja, pantas saja dia bercerai. Sering ada masalah dengan rekan kerjanya lagi, sering terlambat. Penjilat dengan atasan juga lho dia.

Sering kita mendengar hal-hal yang kurang baik dari orang lain. Terkait personal orang lain, harta, prestasi, gaya hidup, keluarga, anak, istri, dan apapun. Padahal hal itu tidak menambah kebaikan pada kita yang mendengar. Kita sebenarnya bisa terjerumus pada hal-hal yang tidak berfaedah.

Jika kita temui orang yang terbiasa membicarakan kejelekan orang lain, maka bisa jadi kita pun termasuk orang yang dijelekkan pula. Terus, apa yang harus kita lakukan? Cukup menasihatinya. Jika ia tidak berkenan dinasihati, maka segera tinggalkan. Jangan jadikan dia sahabat atau teman diskusi, karena semua lisannya adalah racun.

Racun secara fungsi adalah perusak. Oleh karena itu, jika ada yang merusak hubungan saudaranya dengan saudaranya lain, maka dialah racun. Racun harus dibuang. Jangan dibiarkan berada dalam diri dan sekitar kita, segera musnahkan.

Di agama saya mengajarkan sikap ketika melihat dan mendengarkan ada yang keliru, maka yang harus dilakukan adalah saling menasihati orang lain untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Tidak mudah untuk meninggalkan yang buruk, namun harus dilakukan. Supaya kita selamat di masa depan. Maukah kita berada di neraka dan mengalami siksa kubur karena mendengarkan kejelakan orang lain?

Yuks, kita isi dengan hal-hal baik. Segera menjauhi hal-hal buruk seperti membicarakan kejelekan orang lain.

Selamat mencoba!

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *