Menjadi Negosiator Ulung dengan Cara Membujuk Orang Lain Melalui Teknik Mendengarkan

Advertisements

SPW – Ketika seseorang sedang cerita mungkin dia tidak butuh solusi, akan tetapi hanya ingin didengar keluh kesahnya. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Just Listen karya Mark Goulston mengenai bagaimana bisa berkomunikasi dengan baik melalui cara mendengar. Bagaimana caranya agar orang lain memahami apa yang kita sampaikan? Apakah kamu pernah berbicara dengan seseorang akan tetapi orang tersebut sulit memahami apa yang kamu katakan?

Suatu waktu kamu sedang berbicara dengan rekan kerja, klien yang keras kepala atau bisa juga dengan pasangan. Situasi yang kurang baik, akan memperparah apabila masing-masing pihak hanya menggunakan amarah. Namun semua hal tersebut bisa berubah apabila dimulai dari langkah yang sederhana. Cukup dengarkan orang lain tanpa menghakimi ketika kita mendengar apa yang orang lain sampaikan, berusaha memahami posisi mereka, maka peluang kita untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang tersebut akan semakin besar.

Tiga hal penting dari buku Just Listen karya Mark Goulston;

Pertama, Mendengar adalah Seni Membujuk

Apakah kamu merasa kalau untuk mempengaruhi orang lain kamu perlu memberikan informasi yang logis dan rasional? Namun faktanya argumen yang isinya fakta dan rasional seringkali membuat lawan bicara jadi defensif. Apalagi jika lawan bicara sedang berada dalam situasi yang stres. Mereka tidak ingin mendengarkan saran apapun, yang mereka butuhkan hanyalah telinga untuk mendengar dan orang yang bersedia memahami apa yang mereka rasakan.

Bayangkan seorang pria bernama Steve berdiri di tepi atap lantai tujuh. Dia mengancam akan melompat dan bunuh diri. Saat itu pihak berwenang mengelilingi gedung dan seorang negosiator bernama William berusaha mendekati. William mencoba meyakinkan Steve kalau ada pilihan lain selain menyakiti dirinya sendiri dan mengatakan kalau dia ada di sana untuk membantunya keluar dari situasi tersebut.

Sayangnya hal ini tidak membuat Steve merasa dimengerti. Steve menjadi marah dan menolak bantuan dari William. Apa yang terjadi? William tidak mendengarkan. Dia tidak berusaha memberikan kesempatan kepada Steve untuk berbagi atas apa yang dia rasakan.

Coba bayangkan seorang negosiator lain bernama Brown datang dan berbicara dengan Steve. Dia berusaha mendengarkan lalu menyampaikan “saya yakin kamu merasa kalau bunuh diri merupakan satu-satunya jalan keluarkan? Steve lalu menjawab “iya”. Brown pun mulai menunjukkan kalau dirinya berusaha memahami apa yang Steve rasakan. Lama-kelamaan Steve pun mulai percaya dengan brown dan mulai bercerita tentang dirinya sendiri. Bagaimana dia kehilangan pekerjaan, kenapa istrinya meninggalkan dia, dan seterusnya.

Steve lalu mulai tenang dan mulai terbuka terhadap solusi lain selain bunuh diri. Bagaimana caranya mendengarkan dengan lebih baik? Kamu perlu mengendalikan perasaanmu dulu. Perasaan seperti rasa takut, marah atau panik akan menghambatmu dalam menemukan solusi yang bermanfaat.

Kedua, Mendengar adalah Cara Memahami Manusia

Kenapa mendengarkan itu begitu hebat? Mungkin kita perlu memahami dulu bagaimana otak bekerja. Apakah kamu pernah berdebat dengan dirimu sendiri seakan-akan ada dua orang berbeda yang sedang berbicara dan berdebat?

Otak kita ternyata boleh dibilang terbagi menjadi tiga bagian yang berbeda;

1. Bagian Reptil merupakan bagian yang sangat primitif dan selalu bereaksi atas situasi secara langsung. Misalnya dalam situasi tertentu Kita langsung otomatis memilih dua pilihan entah itu kabur atau melawan tanpa melakukan analisa lebih lanjut.

2. Bagian Mamalia adalah bagian yang sudah berevolusi lebih baik dan berhubungan dengan emosi. Di bagian tersebut merupakan tempat munculnya perasaan yang kuat seperti kemarahan, kecemburuan, cinta, kesenangan, kegembiraan, dan kesedihan.

3. Bagian Rasional adalah bagian yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari bagian otak reptil dan mamalia, lalu mengembangkan langkah logis selanjutnya. Apakah kamu berani menampilkan sisimu yang lemah atau bercerita soal pengalaman yang personal? Ternyata dengan membuka diri maka hal ini bisa membantu kita untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Suatu hari di sebuah perusahaan konsultan yang sibuk, seorang karyawan menangis karena pagi itu saat dia berangkat bekerja putrinya menangis dan bilang kalau dia benci dengan ibunya. Bosnya lewat dan melihatnya dalam kesulitan meskipun dia biasanya tidak mau ikut campur dalam urusan personal karyawan, tapi kali ini dia berusaha untuk memahami karyawan tersebut. Bosnya lalu bilang kalau dia berusaha memahami betapa sulitnya menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga. Dia juga sedang bekerja keras untuk menciptakan perusahaan yang lebih ramah terhadap karyawannya yang sudah berkeluarga.

Advertisements

Mendengar hal tersebut, karyawan itu terus menangis dan mengatakan kepada bosnya kalau dia sedang mengalami stres yang berat. Keterbukaan ini membantu karyawan tersebut dan bosnya untuk berbicara. Mereka mulai memahami apa yang mereka rasakan dan berusaha untuk bagaimana agar mereka bisa menciptakan kondisi yang lebih baik untuk mereka berdua.

Ketiga, Hanya Ingin Didengar Bukan Dinasehati

Apakah kau pernah berbicara dengan seseorang tapi isinya hanya soal diri mereka saja? Mereka bercerita soal pencapaian karirnya, anaknya, dan sebagainya. Bagaimana perasaanmu berada dalam situasi tersebut? Apakah kamu merasa lelah? Jika iya, wajar saja.

Komunikasi yang baik itu sifatnya dua arah. Sebagai manusia kita tidak hanya ingin mendengar tapi kita juga ingin didengarkan. Menariknya dalam sebuah percakapan kita bisa lebih dekat dengan seseorang melalui teknik mirroring. Mirroring adalah metode dalam percakapan untuk menunjukkan ketertarikan ataupun kedekatan dengan lawan bicara. Mirroring bisa juga meliputi gesture, ekspresi, dan irama suara yang mirip dengan lawan bicara. Tanpa disadari sebenarnya kita pernah melakukan ini.

Contoh, apakah kamu pernah merasa sedih dan ingin menangis ketika menonton film yang menyedihkan pada saat pemerannya menangis? Cara terbaik yang bisa kamu coba untuk membuat seseorang merasa dimengerti adalah dengan empati. Kamu bisa mencoba latihan empati.

1. Coba berikan label pada perasaan yang sedang dirasakan oleh lawan bicara. Misalnya kemarahan dan selanjutnya tanyakan kepada dia apakah persepsi kamu benar atau tidak. Kamu bisa sampaikan bahwa saya mencoba memahami apa yang kamu rasakan dan saya pikir itu adalah kemarahan.

2. Kemudian ketika kalian sudah sepakat terkait emosi, maka selanjutnya coba kamu tanyakan seberapa besar rasa marah yang dirasakan di momen ini. Kamu sebagai penanya harus bersiap atas jawaban dari lawan bicaramu dan jangan jadi defensif.

3. Selanjutnya kamu cari tahu kenapa dia marah, lalu tanyakan apa yang kamu butuhkan agar perasaanmu menjadi lebih baik?

4. tahap terakhir, kamu tawarkan bagaimana kalian berdua bisa mencapai solusi terbaik. Kamu bisa sampaikan, apa yang bisa saya lakukan untuk mewujudkannya? Selain itu apa yang bisa kamu lakukan juga untuk mewujudkannya?

Menunjukkan rasa empati, lawan bicara akan merasa dimengerti sehingga kalian berdua jadi terhubung dan bergerak maju bersama.

Kesimpulan

1. Membujuk tidak hanya dengan logika. Ketika kita berusaha membujuk orang lain jangan cuma bicara dari sisi logika. Namun kamu harus mencoba berbicara dari sisi emosional. Kamu juga harus berusaha memahami apa yang lawan bicara rasakan.

2. Tidak perlu malu menampilkan sisi lemah. Manusia tidak harus selalu tampil kuat. Justru ketika kita rendah hati dan bersedia terbuka atas kelemahan yang kita miliki, disitulah hubungan manusia sesungguhnya baru dimulai. Kita berusaha membangun hubungan di atas kejujuran bukan berlindung di balik topeng.

3. Mendengarkan tanpa memberi saran. Apakah kamu pernah dicurhatin dengan teman? Dikondisi tersebut lebih baik kamu diam saja dan dengarkan. Kamu tidak perlu memberikan saran atas masalah yang sedang dihadapinya. Apalagi kalau tidak ditanya. Kadang yang dia butuhkan bukan saran tapi hanya teman untuk mendengarkan.


Semoga bermanfaat. Sebagai bentuk dukunganmu terhadap blog pribadi ini, caranya mudah sekali. Hanya tinggalkan komentarmu dan sebarkan tulisan ini kepada siapapun. Terima kasih banyak.

Advertisements
Lulusan Psikologi. Instruktur yang berfokus pada materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi di Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga.

Related Posts

Rencana Singkat Disisa Hidupmu

Advertisements SPW – Kadang dalam hidup kita tidak selalu mendapatkan pilihan yang bagus, yang jauh lebih penting adalah melakukan hal terbaik dari pilihan apapun yang didapatkan. Kali…

Berpikir Berbeda – Kreatif dan Inovatif

Advertisements SPW – Menjadi original tidak perlu menjadi yang pertama, tetapi menjadi yang berbeda dan lebih baik. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Originals karya…

Cara Menghentikan Kebohongan atau Kecurangan

Advertisements SPW – Mayoritas orang akan curang apabila situasi dan kondisinya mendukung. Kali ini saya akan bahas buku berjudul The Honest Truth About Dishonesty karya Dan Ariely…

Transformasi Bisnis yang Sukses

Advertisements SPW – Perusahaan yang mampu bertransformasi menjadi perusahaan hebat diibaratkan seekor landak, sedangkan perusahaan yang gagal bertransformasi diibaratkan seekor rubah. Kali ini saya akan membahas buku…

Diskusi yang Memunculkan Solusi

Advertisements SPW – Diskusi awalnya tenang bisa berubah menjadi saling berteriak, apabila kita tidak berusaha mendengarkan orang lain. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Crucial Conversations…

Melatih Win-win Solution

Advertisements SPW – Hidup akan berubah apabila mindset kita berubah. Ketika kita fokus pada orang lain maka kita akan menciptakan dunia yang lebih baik. Kali ini saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.