Menjadi Pemula, Menciptakan Keberhasilan

Advertisements

SPW – Di pikiran pemula ada banyak kemungkinan, sedangkan di pikiran ahli hanya ada sedikit. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Zen Mind, Beginner’s Mind karya Shunryu Suzuki mengenai bagaimana kita bisa memperhatikan diri sendiri dan bertanya-tanya mengenai pikiran serta keberadaanmu.

Kita perlu belajar berpikir seperti seorang pemula. Bebas dari pengetahuan yang kita miliki sebelumnya. Kita bersedia menerima, meragukan, dan terbuka atas segala kemungkinan. Melalui jenis pikiran inilah yang mampu melihat segala sesuatu apa adanya.

Tiga Hal Penting dari Buku Berjudul Zen Mind, Beginner’s Mind karya Shunryu Suzuki:

Pertama, Berpikir Layaknya Pemula

Apakah kamu sering merasa kesal, stres atau cemas terhadap hidup di era modern? Kita mudah sekali terperangkap dalam kondisi sulit, dimana situasi dari beban pekerjaan yang menumpuk. Kita berusaha menjalani semuanya dan mencoba untuk mendapatkan nilai terbaik. Namun bagaimana bila semua ini tidak berjalan sesuai keinginan? Bagaimana jika prioritas kita salah?

Di Jepang ada frase Shoshin yang berarti pikiran pemula, ini perlu kita pelajari! Jika pikiranmu kosong, maka kamu selalu siap atas apapun dan terbuka atas apa saja.

Di pikiran seorang pemula ada banyak kemungkinan, sedangkan bagi seorang yang ahli pilihannya terbatas. Di pikiran seorang pemula tidak ada pikiran kalau saya sudah mencapai sesuatu. Semua pikirannya tidak dibatasi sehingga disebut sebagai seorang pemula yang sejati. Barulah di momen itu kita baru siap untuk belajar sesuatu.

Ketika kamu sedang merenung atas masalah yang sedang kamu hadapi mana yang lebih nyata bagimu, masalahmu atau dirimu sendiri? Jawabanmu akan menentukan caramu melihat sebuah masalah dan mengalaminya.

Bayangkan ketika kamu sedang bermain game. Kamu begitu tenggelam di dalamnya sehingga melupakan hal lain. Kamu begitu fokus dan terlibat dalam permainan itu bahkan ketika kamu menghadapi tantangan atau rintangannya. Kamu tidak melihatnya sebagai masalah karena kamu hadir sepenuhnya dan menikmati pengalaman tersebut.

Di kehidupan sehari-hari tentu saja ada masalah yang datang silih berganti, besar ataupun kecil. Jika kamu tidak membiarkan kesulitan eksternal menguasai dirimu maka kesulitan itu tidak akan tampak seperti masalah besar.

Kamu bisa menghadapinya dengan baik karena kamu tidak terjebak dalam perasaan cemas atau stres, dengan kata lain masalah tersebut bukan masalah itu sendiri melainkan reaksi kita terhadap masalah itu. Ketika kita mengidentifikasi masalah, kita membuatnya lebih besar dari yang sebenarnya. Saat kita bisa melihat masalah sebagai bagian dari diri kita sendiri, maka kita mampu melepaskannya.

Misalnya jika kita sedang merasa marah, kita mungkin mengidentifikasikan diri dengan kemarahan tersebut dan berpikir ‘saya sedang marah’. Hal ini dapat memperburuk kita karana memberikan perhatian dan energi di sana. Jika kita dapat melihat kemarahan sebagai bagian dari diri sendiri, maka kita dapat mengatakan ‘saya sedang mengalami kemarahan’. Ini memungkinkan kita untuk mengamati kemarahan dengan mengidentifikasikannya, sehingga dapat membantu untuk melepasnya.

Kedua, Awal yang Mudah Tidak Selamanya Baik

Masyarakat seringkali memberikan penilaian tinggi pada seseorang yang sukses, apalagi jika kesuksesan itu dicapai dalam waktu yang singkat dan mudah. Mereka dianggap sebagai orang yang jenius, tapi sayangnya situasi yang dianggap beruntung justru bisa menghambat orang tersebut.

Advertisements

Seseorang yang memulai di titik awal yang mudah dan bisa belajar dengan cepat, seringkali terlena atas situasi dan tidak mencurahkan perhatian, tenaga, dan waktu untuk belajar lebih dalam. Di sisi lain seseorang yang tampaknya sulit sekali memahami di awal, mungkin saja bisa mencapai hasil yang jauh lebih baik. Orang tersebut mempunyai kegigihan yang tidak dimiliki oleh orang yang berbakat. Situasi ini mengajarkan kita, jika kegagalan itu bisa berubah menjadi sukses, begitu juga sebaliknya.

Ada pelajaran menarik. Jika kamu melakukan sesuatu, fokuslah untuk melakukan hal itu. Jangan biarkan pikiranmu dipenuhi oleh begitu banyak hal sehingga dirimu tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Misalnya ketika kamu sedang berlari, ya fokus berlari. Jangan biarkan pikiranmu mengembara, ibaratnya kamu sedang berusaha menangkap dua burung dengan satu batu, pasti sangat sulit! Jika kamu fokus pada begitu banyak hal, maka mungkin saja kamu tidak tahu apa yang sebenarnya kamu fokuskan.

Ketiga, Lepaskan Kendali dan Belajar Mengikuti Arus

Dalam hidup, kita berusaha untuk mengambil kendali. Kita berusaha untuk mengontrol situasi. Bagaimana bila itu bukan pendekatan yang ideal? Bagaimana kalau kita mencoba untuk mengikuti arus daripada berusaha meributkan semua hal kecil. Coba mundur satu langkah, lalu amati apa yang terjadi tanpa campur tanganmu.

Perlu kita sadari, kadang hidup seringkali tidak beraturan. Ketika kita berusaha untuk mengontrolnya, malah jadi sia-sia. Misalnya, kita mungkin berusaha untuk mengontrol orang lain, memaksa mereka melakukan apa yang kita inginkan. Kenyataannya, cara terbaik agar seseorang bisa berperilaku yang benar adalah dengan membiarkan mereka untuk bebas daripada sibuk mengarahkan mereka pada jalan yang kita anggap benar.

Duduk manis dan berbuatlah ketika mereka melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya atau orang lain. Ibaratnya kamu sedang membesarkan seekor sapi atau domba. Jika kamu memberikan mereka padang rumput yang luas untuk hidup, maka kemungkinan besar mereka akan hidup dengan puas dan damai. Di sisi lain, jika kamu mengurung mereka dalam kandangnya yang sempit, maka kemungkinan besar mereka berusaha untuk kabur. Ini yang aneh dalam hidup, kontrol justru bisa menghambat kita.

Apakah kamu pernah memperhatikan detak jantungmu? Ternyata sangat bermanfaat ketika kita mengamati proses hidup yang sederhana. Latihan ini membawa fokus kita pada nafas. Mengamati udara yang dihirup masuk ke dalam tubuh melalui hidung, lalu udara keluar kembali ke alam. Dengan menyadari proses ini, kita melihat dunia sebagai satu kesatuan, bebas dari ikatan dan terhubung melalui aliran nafas.

Saat berlatih mind fullness tidak jarang, kamu merasa lelah, kesal atau tidak semangat. Tapi sebenarnya respon ini cukup baik. Kesulitan inilah yang membuatmu bertumbuh.

Coba bayangkan ketika kamu berlatih mind fullness, menjadikan latihan ini sebagai sebuah rutinitas tentunya merupakan tantangan tersendiri. Kamu harus memaksa dirimu bangun, duduk sejenak, dan fokus pada nafas, Namun diingat, semua tantangan ini hanyalah pikiran semata. Seperti halnya ombak di lautan yang timbul dan tenggelam, peristiwa yang berulang. Setiap kali kamu berusaha untuk melewati ombak tersebut, maka artinya kamu adalah pemula sejati yang sedang berlatih terus-menerus untuk menjadi ahli.

Kesimpulan

Orang yang mengalami kesulitan di awal-awal, karena kegigihan dan kesabarannya menjalani proses, sering berpeluang lebih sukses dari orang yang berbakat.


Semoga bermanfaat. Sebagai bentuk dukunganmu terhadap blog pribadi ini, caranya mudah sekali. Hanya tinggalkan komentarmu dan sebarkan tulisan ini kepada siapapun. Terima kasih banyak.

Advertisements
Lulusan Psikologi. Instruktur materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga. 14 tahun berpengalaman di bidang Human Capital dan saat ini berposisi sebagai Head of Human Capital di Perusahaan Alat Berat Nasional yang bergerak di Mining (Pertambangan) dan Konstruksi (Construction).

Related Posts

Cara Menemukan Karyawan yang Tepat untuk Perusahaan

Advertisements SPW – Apakah kamu pernah mendengar kata talent di perusahaan? Bukan sekedar istilah yang meluncur begitu saja. Talent sebenarnya adalah elemen rahasia di balik panggung sukses…

Cara Membangun Kepercayaan

Advertisements SPW – Di hubungan yang penuh rasa percaya, kamu bisa bicara hal yang salah, tetapi orang lain tetap memahami maksud dari ucapanmu. Namun ketika kepercayaan rendah,…

Menggali Kreativitas Diri

Advertisements SPW – Tidak pernah terlambat untuk jadi orang yang kreatif. Kamu perlu belajar untuk berdamai dengan rasa takut, ekspektasi orang lain, dan berikan kebebasan pada dirimu…

Jadilah Orang yang Tahu Kapan Berhenti atau Berlanjut

Advertisements SPW – Orang sukses tidak pernah takut untuk berhenti ketika tidak ada kemajuan. Di setiap proyek apapun, entah itu hobi, pekerjaan, atau membangun perusahaan baru, awalnya…

Membentuk Cara Pikir Orang Sukses

Advertisements SPW – Berpikir itu hal yang sulit, sehingga tidak banyak yang melakukannya. Kali ini saya membahas buku berjudul How Successfull People Think karya John C Maxwell…

Sikap Pemimpin Hebat

Advertisements SPW – Dengan bekerja bersama, maka kita akan mampu menghasilkan banyak hal. Melalui empati, pemimpin mampu memprioritaskan kepentingan timnya di atas kepentingan pribadi. Hasilnya, loyalitas dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *