Millennial, Pemimpin Saat Ini

Millennial, Pemimpin Saat Ini

Read Time:3 Minute, 58 Second

SPW – Pada akhir tahun 2019, Presiden Republik Indonesia menobatkan tujuh orang milenial menjadi staf khusus kepresidenan. Mereka adalah anak muda lulusan terbaik di dalam dan luar negeri dengan harapan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Memang, terdapat pro dan kontra dalam pengangkatan tujuh anak muda ini. Namun terlepas dari pro dan kontra tersebut, hal ini menjadi sebuah fakta yang tidak terbantahkan, bahwa kemampuan seorang milenial mulai dirilik dan patut diperhitungkan.

Siapakah mereka, para milenial yang menjadi staf khusus kepresidenan?

  1. Adamas Belva Syah Devara (29 tahun), Founder dan CEO Ruang Guru.
  2. Putri Tanjung (23 tahun) Founder dan CEO Creativeprenuer.
  3. Andi Taufan Gaurda Putra (32 tahun), Founder dan CEO Amartha.
  4. Ayu Kartika Dewi (36 tahun), pendiri Gerakan sabang Marauke.
  5. Gracia Billy Mambrasar (31 tahun), Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia.
  6. Angkie Yudistia (32 tahun), Pendiri Thisable Enterprise.
  7. Aminuddin Ma’ruf (33 tahun), Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Tidak hanya dituntut untuk loyal terhadap bangsa dan negara atau sebatas mendapatkan salary dan kompensasi yang tinggi. Ketujuh staf khusus milenial ini diharapkan mampu bekerja dan mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Menjadi sebuah tantangan besar ketika ‘anak bau kencur’ diberikan tugas yang sangat besar di level pemerintahan.

Ya, milenial memang menjadi makhluk yang sangat seksi, dibicarakan sana sini, menjadi sasaran pemasaran banyak produk dan jasa, hingga semua perusahaan memberikan layanan khusus khas milenial. Bahkan beberapa menteri kabinet terbaru yang diangkat presiden satu diantaranya adalah kaum milenial, yakni mantan CEO Gojek Nadiem Anwar Makrim (36 tahun) yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan.

Fakta tahun 2025 75 % angkatan Kerja adalah Milenial

Generasi milenial adalah salah satu dari lima tren yang mempengaruhi masa depan dunia kerja. Empat tren lainnya adalah globalisasi, teknologi, perilaku, dan mobilitas baru.

“Pada tahun 2020, 50% dari tenaga kerja diperkirakan terdiri dari milenial dan pada tahun 2025 angka itu diprediksi menjadi 75% dari tenaga kerja”.

Konsultan karier milenial, Dan Schawbel, dikutip dari Huffington Post

Melalui pengucapan di atas, makin menegaskan generasi milenial mendominasi angkatan kerja dan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Generasi ini mencuri perhatian banyak perusahaan karena inilah yang nantinya akan mempengaruhi dunia bisnis dan perekonomian negara skala besar. Di satu sisi, kondisi ini akan membanggakan karena bagaimanapun generasi milenial memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Hal tersebut tentunya akan mengubah karakteristik bisnis, mengubah budaya kerja, mengubah orientasi bisnis, dan merevolusi dunia bisnis secara global.

Namun, generasi milenial sering kali diasosiasikan sebagai generasi yang bermasalah, dianggap sebagai generasi yang acuh akan interaksi sosial dan individualis. Hal ini diyakini terjadi karena mereka mendapatkan lebih banyak kesempatan menikmati teknologi yang sangat pesat. Salah satu kemajuan teknologi yang paling drastis mengubah gaya hidup manusia adalah internet dan komputer yang disebut juga era internet of things. Akibatnya, interaksi manusia milenial dengan teknologi menjadi lebih dominan dibandingkan dengan interaksi antar manusia. Manusia milenial dimudahkan dan dimanjakan dengan teknologi. Kebutuhan manusia milenial dapat dipenuhi dengan satu gadget di tangan, kebutuhan makan, hiburan, komunikasi, interaksi sosial, hingga pekerjaan semuanya dapat ditangani dengan sebuah gadget, baik itu berupa smartphone, tablet, maupun laptop.

Meski begitu disinilah tantangannya, sering kali karakteristik mereka ‘aneh’ tidak mendapatkan dukungan dari organisasi dan manajemen, termasuk para pemimpin mereka. Hal ini karena ketidaktahuan dan lemahnya pengetahuan para manajer terhadap perilaku mereka yang memang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Mungkin saja para manajer dan jajaran pimpinan dalam organisasi juga adalah para milenial, tetapi karena referensi ilmu manajemen yang ada merupakan referensi lama dan bisa jadi tidak sesuai dengan karakteristik milenial, akibatnya berbagai masalah bermunculan. Berbagai masalah yang sering muncul di antaranya adalah tindakan indisipliner dan pelanggaran, penurunan hasil kerja, sifat tidak kooperatif atau membangkang, hingga turnover karyawan yang sangat tinggi.

Terjadinya masalah-masalah tersebut bukan semata-mata dikarenakan oleh genarasi milenialnya, penyebab terbesarnya justru karena budaya kerja, nilai-nilai perusahaan dan kepemimpinan yang ada tidak pas dengan karakteristik milenial. Gap ini menjadi semakin menganga tatkala para leader-nya justru tidak seusia, bahkan beda generasi dengan bawahannya yang milenial.

Tiap zaman dihuni oleh generasi yang berbeda, dengan karakteristik berbeda sebagai dampak dari kondisi lingkungan yang terus berubah, serta arus teknologi dan informasi yang semakin deras. Tuntutan bisnis yang semacam ini membuat para pemimpin harus lebih kreatif dalam menciptakan budaya kerja yang lebih lincah (agile), fleksibel, dan inovatif.

Di awal saya mengajak kamu untuk menyadari terlebih dahulu tantangan bisnis yang sekarang serta bagaimana imbas keberadaan milenial terhadap bisnis di masa depan. Dengan memahami tantangan bisnis ini, saya berharap kita semakin sadar bahwa kita tidak sedang berada dalam situasi dan kondisi yang sama dengan lima, sepuluh, 20, bahkan 40 tahun yang lalu.

Dengan memahami keberadaan milenial bersama baik dari sifat dan karakteristiknya, maka harapannya akan mengubah gaya kepemimpinan dan manajerial kita. Kita bisa menyebut era baru kepemimpinan, di mana era baru kepemimpinan ini akan menjadi modal bagaimana mengelola bisnis di masa yang akan datang.

Semoga bermanfaat.

Happy
Happy
67 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
33 %

Average Rating

5 Star
100%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

3 thoughts on “Millennial, Pemimpin Saat Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *