The Psychology of Selling

Advertisements

SPW – Menjadi jago jualan perlu memiliki mindset yang tepat dulu sebelum berjualan. Kali ini saya akan membahas buku berjudul The Psychology of Selling karya Brian Tracy yang membahas cara menjadi penjual yang sukses.

Tentu saja, keahlian untuk menjual bukan hanya wajib dimiliki oleh orang yang bekerja di bagian penjualan, akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari kamu juga perlu kemampuan ini untuk berinteraksi dengan orang lain. Tapi, kenapa ada orang yang kelihatannya memang terlahir untuk jualan? Kenapa mereka sepertinya punya kepercayaan diri yang tinggi, bisa berbicara dengan lancar, dan punya kemampuan untuk meyakinkan orang lain? Apakah mereka terlahir seperti itu? Tentu saja tidak.

Keahlian jualan adalah sesuatu yang bisa dilatih asalkan kamu tahu bagaimana caranya. Kamu akan belajar langsung dari Brian yang dianggap sebagai guru jualan paling sukses di dunia.

Tiga Hal Penting dari Buku Berjudul The Psychology of Selling Karya Brian Tracy:

Pertama, Alasan Sukses

Apa alasan kamu untuk bekerja? Tentu saja setiap orang punya alasan berbeda. Namun, jika kita terus mengingat apa alasan kita untuk bekerja, maka hal ini akan mendorong kita untuk bekerja jauh lebih keras daripada orang lain.

Brian menyarankan kita untuk membuat to do list. Ini merupakan sebuah daftar yang berisi kenapa kamu ingin menjadi penjual yang sukses? Semakin panjang daftar tersebut, maka kamu akan punya semakin banyak alasan untuk sukses.

Contohnya seorang penjual yang punya dua alasan untuk mengejar target penjualan bulanan yaitu menabung untuk mobil baru dan jalan-jalan naik gunung. Berbeda dengan seorang penjual yang lain punya daftar yang lebih panjang, mulai dari renovasi rumahnya yang rusak, mengajak keluarganya liburan ke luar negeri, membeli mobil baru, dan sebagainya. Ketika penjual pertama ditolak oleh calon konsumen, mungkin saja dia jadi putus asa, namun penjual yang kedua tidak mudah menyerah dan terus berjuang karena dia punya motivasi yang besar untuk sukses.

Penjual yang sukses sadar kalau orang punya banyak alasan untuk menolak. Entah produk atau jasa kamu tidak cocok, mereka sedang dalam kondisi bad mood, atau memang secara pribadi mereka tidak percaya dengan penjual. Intinya, penolakan saat penjualan merupakan hal yang normal dan tidak bisa dipisahkan dalam aktivitas jual beli.

Jangan lupa juga, perhatikan sekelilingmu. Carilah kelompok yang memiliki nilai dan semangat positif yang sama. Ketika mereka berhasil, maka kamu juga akan termotivasi untuk seperti mereka. Namun sayangnya, kebanyakan orang malah berbeda. Mereka berkumpul dengan rekan kerja yang lebih banyak gosip dan bekerja ala kadarnya.

Kelompok yang banyak berisi orang negatif, maka hal ini bisa mempengaruhi kinerjamu juga. Jadi, kamu harus perhatikan lingkungan kerjamu. Jangan sampai lingkungan yang buruk membuat kinerjamu menjadi buruk. Ingat lagi alasan kenapa kamu bekerja? Gunakan motivasi itu untuk bangkit dan keluar dari lingkungan yang buruk.

Kedua, Persiapan Sukses Jualan

Kenapa ada orang yang percaya diri? Hal ini disebabkan kebiasaan yang mereka lakukan. Kamu pun bisa melatih diri untuk menjadi lebih percaya diri. Besok ketika kamu bangun pagi, lihat ke cermin, dan bilang ke dirimu sendiri kalau kamu adalah penjual paling sukses di Indonesia. Ya mungkin ini kelihatannya aneh. Namun, setiap kalimat yang kamu katakan ke dirimu sendiri akan masuk ke dalam alam bawah sadarmu.

Advertisements

Contohnya apakah kamu pernah berbicara pada diri sendiri (self-talk), kalau kamu bodoh sekali, kenapa bisa salah, lalu tidak lama kemudian, kamu melakukan hal yang sama berulang ulang kali? Jika iya, ini adalah efek dari self-talk. Oleh karena itu, kita harus ubah narasinya, dari negatif menjadi positif. Kamu bisa berlatih untuk mengulang afirmasi positif setiap hari. Latihan ini sangat berguna ketika kamu bersiap dalam menjalani rencana penjualan yang akan datang.

Penjual yang hebat mengetahui bahwa tidak akan pernah lama masa suram dalam berjualan. Selalu ada kesempatan untuk mengulang atau mencapai keberhasilan itu lagi. Berbeda dengan penjual lain yang malah sibuk memikirkan pengalaman penjualan terburuk mereka sebelum penjualan yang akan datang. Hasilnya, dirinya gagap selama di lapangan dan stres, sedangkan penjual yang sukses mampu menjalani presentasi dengan penuh percaya diri.

Tips lain adalah jangan berhenti belajar. Kebanyakan orang berhenti belajar ketika mereka sudah menyelesaikan pendidikan, entah itu di sekolah atau di universitas. Di saat itu, belajar bukan lagi menjadi sebuah kewajiban, namun sebuah kebutuhan. Misalnya, kamu yang menemukan blog ini tentu saja ini bukan karena paksaan, tetapi karena ada kebutuhan untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Ada contoh yang menarik. Salah satu klien dari Brian yang merupakan seorang penjual mendengarkan program audio setiap harinya saat berangkat ke kantor. Program tersebut membahas bagaimana caranya meningkatkan kepercayaan diri, membangun karir yang sukses, dan sebagainya. Setelah orang itu sampai ke kantor, dia akan mempraktekkan apa yang didengarkan ke dalam dunia nyata. Hasilnya! Jualannya meningkat hampir dua kali lipat.

Ketiga, Cara Jualan yang Sukses

Apakah kamu pernah datang ke sebuah toko dan melihat sebuah produk yang menarik? Lalu ada penjual yang menghampirimu dan bercerita panjang lebar tentang keunggulan produknya, tanpa bertanya dulu apa kebutuhan yang kamu inginkan? Jika iya, kemungkinan besar kamu tidak akan membeli produk tersebut. Pada dasarnya, konsumen tidak terlalu peduli tentang sejarah produk atau keunggulan spesialnya.

Contohnya kamu berada di dalam showroom mobil, seorang penjual lalu bercerita panjang lebar tentang produk tersebut, akan tetapi kamu tidak tertarik dengan penjelasannya. Namun pada saat ketika penjual itu memberikan penekanan pada beberapa fitur penting yang kamu butuhkan seperti hemat bensin, tempat penyimpanan yang luas, dan sebagainya. kamu mulai tertarik. Apa sebabnya?Karena kamu memang mencari mobil dengan spesifikasi tersebut.

Bagaimana bila konsumen tidak tahu apa yang mereka cari? Misalnya, mereka datang ke sebuah toko dan mau membeli sebuah TV. Tapi, mereka tidak tahu merek apa yang dicari dan fitur apa saja yang dibutuhkannya.

Seorang penjual yang hebat akan mulai mengajukan pertanyaan. Kamu harus tanya, apa yang mereka butuhkan dari TV tersebut? Berapa jarak antara TV dan tempat penontonya? Teruslah ajukan pertanyaan dan akhirnya kamu akan tahu apa yang mereka butuhkan. Nantinya, kamu bisa mencarikan produk yang cocok dan menceritakan keunggulan dari produk tersebut sesuai dengan kebutuhan calon konsumen.

Kesimpulan

Ingat, ketika berjualan jangan terlalu fokus pada harga dan kualitas. Ini bukan alasan orang untuk membeli. Alasan orang untuk membeli ada dua yaitu keinginan untuk mendapatkan sesuatu atau takut kehilangan. Seorang calon konsumen entah ingin menambah nilai dalam hidup mereka atau takut membuat kesalahan dalam membeli. Hal kecil yang dilakukan terus menerus akan berdampak signifikan dalam jangka panjang.


Semoga bermanfaat. Sebagai bentuk dukunganmu terhadap blog pribadi ini, caranya mudah sekali. Hanya tinggalkan komentarmu dan sebarkan tulisan ini kepada siapapun. Terima kasih banyak.

Advertisements
Lulusan Psikologi. Instruktur yang berfokus pada materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi di Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga.

Related Posts

Rencana Singkat Disisa Hidupmu

Advertisements SPW – Kadang dalam hidup kita tidak selalu mendapatkan pilihan yang bagus, yang jauh lebih penting adalah melakukan hal terbaik dari pilihan apapun yang didapatkan. Kali…

Berpikir Berbeda – Kreatif dan Inovatif

Advertisements SPW – Menjadi original tidak perlu menjadi yang pertama, tetapi menjadi yang berbeda dan lebih baik. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Originals karya…

Cara Menghentikan Kebohongan atau Kecurangan

Advertisements SPW – Mayoritas orang akan curang apabila situasi dan kondisinya mendukung. Kali ini saya akan bahas buku berjudul The Honest Truth About Dishonesty karya Dan Ariely…

Menjadi Negosiator Ulung dengan Cara Membujuk Orang Lain Melalui Teknik Mendengarkan

Advertisements SPW – Ketika seseorang sedang cerita mungkin dia tidak butuh solusi, akan tetapi hanya ingin didengar keluh kesahnya. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Just…

Transformasi Bisnis yang Sukses

Advertisements SPW – Perusahaan yang mampu bertransformasi menjadi perusahaan hebat diibaratkan seekor landak, sedangkan perusahaan yang gagal bertransformasi diibaratkan seekor rubah. Kali ini saya akan membahas buku…

Diskusi yang Memunculkan Solusi

Advertisements SPW – Diskusi awalnya tenang bisa berubah menjadi saling berteriak, apabila kita tidak berusaha mendengarkan orang lain. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Crucial Conversations…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *