Transformasi Bisnis yang Sukses

SPW – Perusahaan yang mampu bertransformasi menjadi perusahaan hebat diibaratkan seekor landak, sedangkan perusahaan yang gagal bertransformasi diibaratkan seekor rubah. Kali ini saya akan membahas buku berjudul Good to Great karya Jim Collins terkait bagaimana perusahaan biasa bisa menjadi perusahaan yang hebat dan berhasil mengungguli pesaing mereka.

Hanya sedikit orang yang berhasil menjadi orang hebat dalam hidup mereka. Hal ini disebabkan karena mereka terlalu cepat puas atas hidup mereka yang nyaman. Hal yang sama terjadi juga dengan perusahaan. Memang, sebagian besar bisnis mencapai kondisi yang baik, tetapi bukannya melampaui titik ini, mereka justru berhenti di sana.

Melihat hal tersebut, Jim punya pertanyaan yang sederhana, apakah perusahaan dalam kondisi baik bisa jadi perusahaan yang hebat? Jika iya, bagaimana caranya? Setelah melakukan penelitian, Jim mendapat kesimpulan jika hal ini sangat mungkin terjadi pada perusahaan baik menjadi perusahaan hebat.

Tiga Hal Penting dari Buku Good to Great Karya Jim Collins

Pertama, Kepemimpinan yang Kuat

Penelitian menunjukkan kalau para pemimpin yang sukses membawa transformasi menjadi perusahaan hebat bukanlah tipe pemimpin yang karismatik, tetapi agak pendiam dan pemalu. Mereka adalah pemimpin yang memiliki kombinasi dari kerendahan hati dan profesionalitas.

Jim menjelaskan, perusahaan yang ingin menjadi hebat perlu memiliki lima level kepemimpinan di dalam organisasinya. Lima level ini mencakup dari tingkat staf hingga ke tingkat Top Managament:

Level satu adalah individu yang sangat kompeten. Tipe staf yang mampu berkontribusi dengan baik. Punya keahlian teknis yang bagus dan etos kerja yang baik.

Level kedua yaitu anggota tim yang aktif berkontribusi. Karyawan mampu berkontribusi aktif dalam sebuah tim sesuai kompetensinya masing-masing untuk mencapai tujuan yang telah dipasang oleh organisasi.

Level ketiga yaitu manajer yang kompeten. Tipe ini mampu mengatur timnya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan di awal secara efektif.

Level keempat yaitu pemimpin yang efektif. Di sinilah mayoritas pemimpin dapat ditemukan. Mereka mampu menciptakan komitmen dari tim mereka untuk mengejar visi yang jelas dengan penuh semangat. Mereka juga mampu menghasilkan tim yang memiliki kinerja yang tinggi.

Level lima adalah eksekutif. Inilah para pemimpin besar. Mereka memiliki kemampuan empat tingkat lainnya ditambah dengan kombinasi unik dari kerendahan hati dan profesionalitas. Kombinasi kelima level inilah yang membuat mereka adalah pemimpin yang hebat.

Perusahaan yang sukses bertransformasi menjadi perusahaan hebat, bukan hanya memiliki pemimpin yang hebat, tapi juga orang yang tepat (The Great Man and The Right Man). Pastikan timmu mempunyai kemampuan melengkapi satu sama lain dan merefleksikan nilai-nilai perusahaan.

Jadi bagaimana cara menemukan orang hebat itu? Jim memberikan beberapa tips dalam merekrut karyawan:

1. Utamakan karakter yang baik daripada keahlian teknis dan tingkat edukasi saat merekrut. Hal ini karena kamu bisa mengajarkan karyawan baru terkait keahlian teknis dan tingkat edukasi, tapi kamu tidak bisa mengajar karakter.
2. Jika kamu punya keraguan, jangan merekrut orang tersebut. Ikuti instingmu.
3. Jika kamu sadar kalau timmu kurang tepat, maka sebagai pemimpin, kita harus bergerak cepat dan merubahnya.
4. Bagi karyawan yang memiliki kinerja yang bagus, berikan mereka kesempatan untuk bertumbuh. Perusahaan baru bisa jadi hebat, apabila diisi juga oleh karyawan yang hebat.

Kedua, Memahami Konsep Landak

Konsep landak adalah strategi penting yang membedakan perusahaan baik dan perusahaan hebat. Mungkin kamu penasaran, kenapa landak? Ya karena landak sebagai spesies yang menyederhanakan sesuatu yang rumit menjadi sederhana. Kesederhanaan ini penting agar semua orang di perusahaan mampu berpikir dengan jelas.

Jim menceritakan kisah rubah dan landak. Konsep ini berasal dari esai Isaiah Berlin yang berjudul The Hedgehog and the Fox. Cerita ini berdasarkan pada perumpamaan Yunani kuno di mana dia membagi dunia menjadi dua kategori: landak dan rubah. Rubah adalah makhluk yang sangat pintar. Ia melihat dunia dalam segala kerumitannya dan dapat mengejar banyak tujuan sekaligus. Sebaliknya, seekor landak adalah makhluk yang jauh lebih sederhana. Landak tidak terjebak dengan semua kerumitan. Satu hal yang landak mampu lakukan dengan sangat baik adalah menggulung dirinya menjadi bola dan bulunya yang setajam duri akan melindungi dia dari predator.

Oleh karena itu, perusahaan baik yang mampu bertransformasi menjadi perusahaan hebat adalah seekor landak, sedangkan perusahaan baik yang gagal bertransformasi diibaratkan seekor rubah, yang tidak jelas dan tidak konsisten.

Perusahaan baik yang sukses menjadi perusahaan hebat dipimpin oleh konsep pemersatu yang simpel dan mudah dipahami oleh semua karyawannya. Hal ini yang menghasilkan terobosan yang luar biasa. Jim menjelaskan kerangka berpikir apabila perusahaan ingin mengadopsi konsep landak melalui tiga prinsip besar;

1. Di bidang apa kamu bisa jadi yang terbaik? Agar bisa sukses, perusahaan harus menjadi yang terbaik dalam bisnis inti yang mereka jalani. Jangan karena perusahaan itu sudah menjalani bisnis tersebut dalam waktu yang cukup lama, bukan berarti perusahaan itu bisa menjadi yang terbaik di bidangnya. Oleh karena itu, perlu melakukan evaluasi dan fokus pada bidang di mana bisa menjadi yang terbaik.

2. Apa passion terbesarmu? Perusahaan hebat tidak memilih sebuah ide dan mendorong karyawannya untuk bersemangat menjalaninya. Melainkan dari awal, mereka mengejar apa yang menjadi passion mereka.

3. Apa faktor terbesar yang menghasilkan pendapatanmu? Perusahaan harus tahu area terbaik mereka. Hal ini penting agar kita bisa mengambil keputusan tepat sesuai dengan dampaknya yang besar dalam sisi keuangan perusahaan.

Konsep landak merupakan titik temu dari ketiga hal tersebut. Menjadi yang terbaik di bidangnya, passion yang tinggi, dan fokus pada faktor pendorong pendapatan terbesar.

Ketiga, Lingkungan Aman untuk Berpendapat

Perusahaan bisa sukses bertransformasi apabila mampu membuat serangkaian keputusan yang baik. Tentu saja keputusan ini biasanya berasal dari fakta lapangan yang perlu ditingkatkan. Namun tidak semua fakta terdengar menyenangkan. Itulah sebabnya karyawan ragu untuk berani bersuara terkait hal apa saja yang harus ditingkatkan di dalam perusahaan.

Agar bisa sukses menjadi perusahaan hebat, seorang pemimpin harus mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi karyawan mereka dalam mengutarakan pendapatnya. Pemimpin harus berani menerima bagian dari perusahaan yang kurang baik dan mengakui ada hal yang perlu ditingkatkan. Hal ini membutuhkan kerendahan hati dari seorang pemimpin untuk membuat perusahaan bisa bertumbuh.

Jim memberikan tips bagaimana seorang pemimpin bisa menciptakan lingkungan aman dan nyaman:

1. Gunakan Pertanyaan, Bukan Pernyataan. Kamu bisa menggali isu yang sebenarnya melalui serangkaian pertanyaan, hingga kamu memiliki gambaran yang jelas terkait bagian mana yang perlu ditingkatkan.

2. Gunakan Dialog, Bukan Paksaan. Jika diskusi mulai memanas, itu tidak apa-apa. Terpenting harus disikapi dengan dewasa dan kepala dingin. Fokus pada solusinya, bukan sentementil emosial. Diskusi yang mulai memanas bisa berujung pada kesimpulan yang berguna daripada hanya berpura-pura menerima masukan hanya demi menjaga hubungan.

3. Jangan Menyalahkan. Menciptakan lingkungan yang aman, kita harus bisa menganalisa sebuah masalah, tanpa punya niat untuk menyalahkan. Anggaplah semua ini adalah bagian dari pelajaran dan fokus untuk membangun sistem yang kuat untuk menghindari masalah yang sama di masa depan.

Kesimpulan

Perusahaan yang sukses bertransformasi menjadi perusahaan hebat menjalani waktu yang panjang. Didukung dengan kepemimpinan yang kuat dan visi yang jelas, sebuah perusahaan berada pada jalur yang benar untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang hebat.


Semoga bermanfaat. Sebagai bentuk dukunganmu terhadap blog pribadi ini, caranya mudah sekali. Hanya tinggalkan komentarmu dan sebarkan tulisan ini kepada siapapun. Terima kasih banyak.

Lulusan Psikologi. Instruktur materi ajar terkait Improvement & People Development. Penulis resmi Personal Blog Singgih Pandu Wicaksono. Hobi membaca, menulis, dan berolahraga. 14 tahun berpengalaman di bidang Human Capital dan saat ini berposisi sebagai Head of Human Capital di Perusahaan Alat Berat Nasional yang bergerak di Mining (Pertambangan) dan Konstruksi (Construction).

Related Posts

Cara Menerapkan Kebiasan Baik Menjadi Lebih Mudah

SPW – Hidup sukses bukan berasal dari hal besar yang kita lakukan, namun dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Kali ini saya membahas buku Tiny Habits…

Tenang, Insya Allah Selalu Ada Jalan

SPW – Di dunia ini saya akan menang atau saya akan belajar, tapi saya tidak akan pernah kalah. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Everything…

Cara Membentuk Budaya Perusahaan Efektif

SPW – Banyak orang bilang kalau budaya perusahaan itu penting, tapi apakah kamu tahu apa artinya? Kali ini saya mengulas buku yang berjudul What You Do is…

The Psychology of Selling

SPW – Menjadi jago jualan perlu memiliki mindset yang tepat dulu sebelum berjualan. Kali ini saya akan membahas buku berjudul The Psychology of Selling karya Brian Tracy…

Rencana Singkat Disisa Hidupmu

SPW – Kadang dalam hidup kita tidak selalu mendapatkan pilihan yang bagus, yang jauh lebih penting adalah melakukan hal terbaik dari pilihan apapun yang didapatkan. Kali ini…

Berpikir Berbeda – Kreatif dan Inovatif

SPW – Menjadi original tidak perlu menjadi yang pertama, tetapi menjadi yang berbeda dan lebih baik. Kali ini saya akan membahas buku yang berjudul Originals karya Adam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *